Opini Anggota AIPI

Likuefaksi Negara
22 November 2018

Artikel ini pertama kali diterbitkan di Harian Kompas

Bangunan negara Indonesia hari ini ibarat berdiri di atas tanah aluvial dengan daya ikat tanah yang merenggang. Dengan satu getaran gempa sosial, segala bangunan yang dengan susah payah didirikan bisa saja mengalami proses likuefaksi: sirna ilang kertaning bumi.

Kita harus sungguh-sungguh mencermati proses perenggangan kohesi sosial ini. Bagi bangsa supermajemuk seperti Indonesia, tidak ada mo ... oleh Yudi Latif

Jalan Tengah Pengaturan Masyarakat Hukum Adat
28 September 2018

Artikel ini pertama kali diterbikan di harian Kompas

Dalam rentang waktu seperempat abad, diawali 1993, tulisan tentang isu krusial dan perlunya pengaturan tentang masyarakat hukum adat beserta hak-haknya dapat dibaca pada rubrik Opini ”Kompas”. Mengingat pembahasan RUU Masyarakat Hukum Adat ... oleh Maria S.W. Sumardjono

Ketahanan Demokrasi
28 September 2018

Artikel ini pertama kali diterbitkan di Harian Kompas

Penetapan dua pasang calon presiden-calon wakil presiden oleh Komisi Pemilihan Umum, Kamis (20/9/2018), yang diikuti Deklarasi Kampanye Damai pada Minggu (23/9) memperkuat harapan terselenggaranya Pemilu 17 April 2019 secara damai. Harapan tetap perlu diperkuat meski pemilu pasca-Orde Baru (1999, 2004, 2009, dan 2014) umumnya berlangsung damai sehingga tidak ada yang perlu amat dikhawatirkan.

Pemilu Berintegrisas

06 September 2018

Artikel ini pertama kali diterbitkan di Harian Kompas

Pertikaian antara Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu tentang ketidakbolehan atau kebolehan bekas narapidana korupsi maju sebagai calon dalam pemilu legislatif di tingkat DPR dan DPRD agaknya bukan sekadar kontestasi kewibawaan dan otoritas di antara kedua badan penyelenggara pemilu. Perbedaan di antara mereka sekaligus dapat mengancam terwujudnya integritas Pemilu 17 April 2019. Ini tidak hanya dalam penyelengg ... oleh Azyumardi Azra

Koalosi Partai

06 September 2018

Artikel ini pertama kali diterbitkan di Harian Kompas

Tidak ada satu partai politik pun yang berada di DPR memenuhi persyaratan untuk mengusulkan pasangan calon presiden. UUD 1945 memberi solusi jalan keluar apabila menghadapi persoalan seperti itu, yaitu gabungan partai politik.

Istilah yang digunakan oleh pengamat, politisi, dan media adalah koalisi parpol. Setelah melalui proses panjang, akhirnya terdapat dua pasangan calon yang mendafta ... oleh Ramlan Surbakti

Universitas sebagai Institusi Budaya

27 August 2018

Artikel ini pertama kali diterbitkan di Harian Kompas

Dalam peringatan 900 tahun usia Universitas Bologna, Italia, salah satu universitas tertua, sebanyak 110 universitas di Eropa berkumpul pada September 1988 dalam usaha menyepakati suatu landasan bersama penyelenggaraan dan pelestarian budaya universitas.

Para pengelola memerlukan pijakan dasar yang sama dalam menghadapi berbagai tantangan yang datang sebagai akibat perkembangan dalam bid ... oleh Susanto Imam Rahayu

Merayakan Kemerdekaan

16 August 2018

Artikel ini pertama kali diterbitkan di Harian Kompas

Dirgahayu Indonesia 73 tahun: 17 Agustus 2018. Sambil mensyukuri nikmat kemerdekaan yang memberikan peluang bagi Indonesia untuk mencapai kemajuan, banyak tantangan yang dihadapi negara ini. Oleh karena itu, merayakan kemerdekaan seyogianya sekaligus merupakan kesempatan berefleksi dan membulatkan tekad mengatasi berbagai masalah dan tantangan guna lebih memajukan Indonesia menuju 100 tahun atau seabad Indonesia pada 17 Agu ... oleh Azyumardi Azra

Fenomena Calon Tunggal
28 September 2018

Artikel ini pertama kali diterbitkan di Harian KOMPAS, 28 Juli 2018

Dalam penyelenggaraan pilkada serentak 2018 terdapat 11 kabupaten/ kota yang hanya diikuti satu pasangan calon. Setidak-tidaknya terdapat empat faktor penyebab fenomena pasangan calon tunggal.

Pertama, parpol peserta pemilu gagal melaksanakan salah satu fungsi utamanya, yaitu mempersiapkan (perekrutan dan kaderisasi) calon pemimpin. Kedua, proses pencalonan yang diatur dala ... oleh Ramlan Surbakti

Asa di Hari Kemerdekaan

06 July 2018

Artikel ini pertama kali diterbikan di Harian Kompas

Kontroversi hampir sepanjang September 2017 menyangkut PKI atau komunisme "Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera ag ... oleh Azyumardi Azra

Penyucian Negeri

03 July 2018

Artikel ini pertama kali diterbitkan di Harian Kompas

Baru saja menghikmati momen kesucian Idul Fitri, suasana kejernihan batin kita segera diuapi polusi persaingan politik. Ibarat embun yang terperangkap di daun lusuh, kepulangan kita ke Idul Fitri kali ini melahirkan situasi ”kesucian” yang riskan. Pribadi-pribadi boleh saja terlahir kembali bak embun suci, tetapi relung kehidupan negara tempat mereka bertahan ialah ruang yang cemar.

Hak Cipta © 2014 - 2017 AIPI. Dilindungi Undang-Undang.