Widjojo Nitisastro Memorial Lecture (WNML) “Beradaptasi dengan Ketidakpastian Geopolitik Dunia” | 14 Oktober 2025

14 October 2025

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-35, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menggelar rangkaian perayaan bertajuk “Sains di Medan Merdeka” dengan mengusung tema besar “Merawat Ingatan, Memajukan Budaya Ilmiah Unggul, sebagai Inspirasi Abadi Generasi Baru Membangun Peradaban.” Kegiatan ini sebagai wujud apresiasi terhadap peran ilmu pengetahuan dalam membangun peradaban bangsa. 

Selama dua hari, 13-14 Oktober 2025, AIPI menghadirkan acara perayaan HUT dengan empat agenda utama yang menggambarkan dimensi intelektual, seni, dan tanggung jawab sosial keilmuan. AIPI ingin menghadirkan Sinergi antara Seni, Ilmu Pengetahuan dan Kebijakan Publik sebagai pertanggungjawaban AIPI kepada publik.  Masyarakat luas diajak menyaksikan perayaan “Sains Menginspirasi Indonesia”, melalui tiga agenda utama dan sebuah agenda tahunan, Sidang Paripurna, khusus untuk internal anggota AIPI. 

Agenda pertama, SciArt 35, adalah pameran lukisan potret 35 ilmuwan pelopor penjaga api pengetahuan; kedua, tradisi kuliah ilmiah Widjojo Nitisastro Memorial Lecture (WNML), yang kali akan disampaikan oleh Prof. Hikmahanto Juwana S.H., L.LM., Ph. D., dengan tema isu publik yang hangat “Beradaptasi dengan Ketidakpastian Geopolitik Dunia”; dan ketiga, Seminar Nasional “Nilai Ekonomi Karbon Biru dan Kepemimpinan Indonesia”, yang menyoroti sains kebijakan untuk keberlanjutan lingkungan. Sedangkan agenda keempat, khusus untuk internal anggota AIPI adalah penyelenggaraan Sidang Paripurna, sebagai forum tertinggi bagi organisasi independen AIPI dalam penetapan keputusan-keputusan penting dan strategis arah kelembagaan ke depan.  

Rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-35 AIPI diawali dengan pembukaan pameran SciArt 35, dengan pengguntingan pita peresmian pameran oleh Menteri Kebudayaan RI, Dr Fadli Zon, pada 13 Oktober 2025 pukul 11.00 WIB, di Gedung Cagar Budaya, Perpustakaan Nasional.  Pameran ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung 13 – 31 Oktober 2025. Pameran Lukisan Potret “Ilmuwan Pelopor Penjaga Api Pengetahuan” ini menampilkan karya visual lukisan potret 35 ilmuwan berpengaruh yang menjadi inspirasi dan penjaga semangat ilmu pengetahuan sejak jaman kolonial, perjuangan kemerdekaan, hingga pasca kemerdekaan. 

Pemirsa pameran akan diajak melihat di balik wajah lukisan potret ilmuwan asing Zaman Hindia Belanda, yang berkarya di Nusantara (1600-1942), diantaranya seperti G.E. Rumphius, Jacobus Bontus, Junghuhn, Alfred Russel Wallace, Eugene Dubois, H.N. van der Tuuk, dan Christiaan Eijman. Bahkan kerja keras dan dedikasi penelitian Eijkman selama 35 tahun pada masanya telah membuahkan hadiah Nobel 1929 bidang fisiologi atau kedokteran. Lukisan visual ilmuwan Indonesia Era Hindia Belanda – hingga awal kemerdekaan menampilkan potret wajah Ir. Soekarno, Muhammad Hatta, Tan Malaka, prof. Dr. Soepomo, R. A. Kartini, Husein Djajadiningrat, Purbacaraka, Raden Soesilo, dan Achmad Muchtar – ilmuwan bumi putera petama yang dipercaya memimpin Lembaga Eijkman di Batavia pada masa kolonial. 

Pada Era Kemerdekaan, lukisan potret sosok ilmuwan yang dipilih diantaranya adalah B.J. Habibie, Sardjito, Sarwono Praworohardjo, Muchtar Kusumatmadja, Selo sumardjan, Teuku Jacob Koentjaraningrat, Soedjatmoko, Sartono Kartidihardjo, Widjojo Nitisastro, Soemitro Djojohadikusumo, Toeti Herati dan seterusnya. Setiap lukisan potret itu berceritera perjalanan intelektual, dedikasi, serta kontribusi nyata ilmuwan Indonesia yang telah menjaga nyala api pengetahuan lintas generasi dari bidang biologi, sosial, hingga teknologi dan kebijakan publik. AIPI, Kementerian Kebudayaan RI, dan Perpustakaan Nasional yang berkolaborasi dalam acara SciArt 35 ini bermaksud untuk merawat dan memupuk ingatan kolektif bangsa terhadap peran ilmuwan sebagai penjaga nilai-nilai rasionalitas, etika pengetahuan, dan komitmen terhadap kemanusiaan.

Perhelatan Widjojo Nitisastro Memorial Lecture (WNML) 2025 akan disampaikan oleh oleh Prof. Hikmahanto Juwana, SH., L.LM., Ph. D., mengusung tema Beradaptasi dengan Ketidakpastian Geopolitik Dunia sebuah refleksi atas tantangan global dan relevansi ilmu pengetahuan dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia. Kuliah memori ini terasa sangat penting karena membahas isu aktual dan tengah hangat diperbincangkan masyarakat dunia di tengah  situasi dinamika geopolitik global yang serba tidak pasti. Orasi ilmiah disampaikan oleh ilmuwan, tokoh yang sangat menguasai di bidang geopolitik dunia.

WNML 2025 diselenggarakan secara hibrida pada:

Hari/tanggal                         : Selasa, 14 Oktober 2025

Waktu                                    : 10.00 – 12.00 WIB

Tempat                                  : Auditorium Lantai 2, Perpustakaan Nasional RI

                                                  Jln. Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat.

Rangkaian WNML 2025 akan diawali dengan Sambutan Pembuka oleh Ketua AIPI, Prof. Daniel Murdiyarso, dan sambutan Keluarga Widjojo Nitisantro, oleh Prof. Dr. dr. Widjajalaksmi Kusumaningsih. Paparan Pengantar Kuliah Memori disampaikan oleh Prof. Dewi Fortuna Anwar, Anggota Komisi Ilmu Sosial AIPI, yang selama karier keilmuwannya menekuni bidang ilmu politik luar negeri. Prof. Budiono, Wakil Presiden RI 2009-2014, yang banyak bergaul dengan Prof, Widjojo Nitisastro, juga berkenan memberikan pidato testimoni, sebelum acara ditutup oleh Wakil Ketua AIPI, Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo


Hak Cipta © 2014 - 2024 AIPI. Dilindungi Undang-Undang