DISKUSI TERPUMPUN SERI 2: “Ragam Budaya Musyawarah Nusantara: Landasan Rekonstruksi Makna dan Praktik Demokrasi Indonesia Modern?”

09 May 2025 | 6815 hits
Flyer140525.jpeg

Siaran Pers

 

Jakarta, 8 Mei 2025.

Apakah demokrasi Indonesia yang hari-hari ini kita dijalani, benar-benar milik kita—atau sekadar warisan pinjaman dari luar? Apakah demokrasi kita yang berakar dari bangsa sendiri menjadi asing di rumah sendiri? Sudah saatnyakah kita menengok kembali nilai-nilai musyawarah ala Nusantara? Pertanyaan ini menjadi pemantik utama dalam Diskusi Terpumpun (DT) Seri 2 kerjasama antara Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Universitas Gajah Mada (UGM) yang digelar sebagai bagian dari rangkaian upaya menggali akar demokrasi khas Indonesia. Bertajukkan Ragam Budaya Musyawarah Nusantara: Landasan Rekonstruksi Makna dan Praktik Demokrasi Indonesia Modern?, forum ini mengangkat tema besar tentang pentingnya menengok kembali tradisi musyawarah yang telah lama hidup dan berkembang di berbagai komunitas budaya Nusantara.

Diskusi Terpumpun ini akan menghadirkan para narasumber dari berbagai latar belakang—akademisi, peneliti kebudayaan, hingga praktisi kebijakan—yang akan memetakan, mengkritisi, sekaligus merumuskan kembali relevansi tradisi musyawarah sebagai bagian dari rekonstruksi demokrasi Indonesia. Musyawarah sebagai bagian tak terpisahkan dari praktik sosial masyarakat lokal, kerap terlupakan dalam arus modernisasi politik yang cenderung meniru sistem demokrasi Barat secara mentah. 

Perhelatan Diskusi Terpumpun Seri 2 ini akan berlangsung pada Rabu, 14 Mei 2025, pukul 12.30-16.00 WIB, digelar secara hibrida, di Auditorium, Gedung Soegondo Lt. 7, Fakultas Ilmu Budaya, UGM, Yogyakarta. Acara ini dapat pula diikuti secara daring melalui Aplikasi Zoom Meeting ID: 930 2235 9537 dengan Passcode: 613577, atau melalui tautan https://ugm.id/FGD2AIPIUGM, dan juga disiarkan melalui YouTube dengan tautan https://ugm.id/DiskusiTerpumpun

Acara Diskusi Publik ini menghadirkan Narasumber 1). Prof. Dr. Pujo Semedi (UGM), yang akan menyampaikan pemikiran mengenai praktik musyawarah di masyarakat Jawa - nelayan, petani, pekerja -  serta struktur sosial masyarakat Jawa yang juga berorientasi pada “hirarki kepemimpinan dan kebangsawanan”. Bagaimana prinsip demokrasi terwujud dalam struktur sosial dengan hirarki kebangsawanan yang  masih berperan hingga saat ini? Narasumber 2). Prof. Dr. Sarkawi (Fakultas Ilmu Budaya, UNAIR) yang akan mengupas pemikiran tentang praktik musyawarah-mufakat yang khas masyarakat Bugis, yang disebut pangngadereng, sebagai ciri khas sistem demokrasi masyarakat Bugis; nilai-nilai dalam tradisi pangngadereng yang bertahan lama dan yang berubah, yang sejalan atau tidak sejalan dengan demokrasi modern. 

Narasumber 3) Prof. Dr. Hermien Soeselisa (Universitas Pattimura) mengulas tentang praktik musyawarah di masyarakat Maluku, yang sangat menjunjung tinggi keputusan adat dan tradisi, khususnya pela gandong dan panas pela; nilai-nilai kedua tradisi itu yang mampu menguatkan ikatan persaudaraan, kekeluargaan, dan persatuan; nilai-nilai dalam tradisi pangngadereng yang bertahan lama dan yang berubah; dan narasumber ke 4). Hasril Chaniago (Wartawan dan Penulis) membahas soal praktik musyawarah dalam masyarakat Minangkabau, yang memiliki pola kekerabatan matrilineal serta struktur sosial masyarakat Nagari dengan peran dominan kaum ninik mamak dan penghulu (pemimpin kaum atau suku). Bagaimana pola kekerabatan, pranata budaya, serta struktur sosial Minangkabau memengaruhi cara menyelesaikan masalah, mengambil keputusan dan memilih pemimpin; nilai-nilai dalam tradisi musyawarah-mufakat yang bertahan lama dan yang berubah. 

Seluruh rangkaian acara Diskusi terpumpun ini akan dimoderatori oleh Prof. Dr. Wening Udasmoro (UGM) yang akan mempersilakan setiap narasumber untuk menyampaikan pandangannya untuk memantik diskusi lebih lanjut. Selanjutnya setiap narasumber akan menanggapai tanggapan para narasumber lainnya dalam beberapa putaran hingga menghasilkan rumusan diskusi berupa pemikiran baru tentang praktik musyawarah-mufakat dalam kaitan dengan nilai-nilai demokrasi modern. Pemikiran ini akan menjadi panduan bagi para narasumber dalam rangkaian agenda Diskusi Terpumpun selanjutnya dengan luaran akhir berupa naskah akademik dan rekomendasi bagi Pemerintah/pengambil kebijakan, pihak-pihak terkait, dan masyarakat luas.

Dalam diskusi juga membuka kesempatan peserta terbuka bagi berbagai komponen masyarakat – secara hibrida - memberikan tanggapan, komentar, atau pertanyaan secara tertulis dalam kolom percakapan (chat box).

Penyelenggaraan Diskusi Terpumpun Seri Pertama, Kedua dan Ketiga adalah merupakan satu rangkaian diskusi terintegrasi, dengan pendalaman tentang praktik musyawarah-mufakat yang ada di Indonesia akan dijadikan naskah akademik bagi pengambil kebijakan berdasrkan bukti-bukti ilmiah (science based policy).

Diskusi Terpumpun (DT) Seri Pertama, bertajuk “Menata Ulang Demokrasi Indonesia: Dialektika Tradisi Musyawarah-Mufakat dan Demokrasi Modern,” 21 April 2025, diselenggarakan oleh Komisi Kebudayaan  AIPI bersama ITB telah merekomendasikan model demokrasi yang menyintesiskan secara dialektis tradisi musyawarah-mufakat dan nilai-nilai demokrasi modern, yang dipandang sesuai dengan kebutuhan Indonesia masa kini dan masa depan. Praktik “musyawarah-mufakat” dibicarakan di dalam diskusi tersebut. Namun belum terungkap secara komprehensif dan mendalam; dengan mengangkat beragam tradisi musyawarah-mufakat yang tersebar di nusantara ini. Pada Diskusi Terpumpun Kedua ini pendalaman tentang praktik musyawarah-mufakat pada beragam kolektiva yang ada di Indonesia akan menjadi fokus bahasan 

Website         :  aipi.or.id  
Instagram     :  aipi_Indonesia
Tweeter         :  AIPI_id
Youtube         : AIPI_Indonesia

Penulis Siaran Pers:

Sigit Asmara Santa

humas@aipi.or.id
Biro Adm. Ilmu Pengetahuan, AIPI.

Hak Cipta © 2014 - 2024 AIPI. Dilindungi Undang-Undang