DIALOG PUBLIK HIBRIDA: Dialog Karbon Biru: "Dari Kebijakan Berbasis Sains Menuju Implementasi " 20 Februari 2024

19 February 2024 | 4465 hits
DIALOG_KARBON_BIRU.jpg

 

Siaran Pers AIPI

Jakarta, 18 Februari 2024. Sains membuktikan bahwa ekosistem karbon biru yang terletak di kawasan pesisir mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah yang sangat besar dan akan memberikan berbagai jasa lingkungan. Ekosistem kawasan pesisir memiliki potensi sangat besar untuk menjadi bagian dari program penurunan emisi karbon nasional dan berkontribusi besar pada tataran global. Masyarakat termasuk kalangan bisnis perlu memahami prosedur dan tata-cara untuk berpartisipasi dalam proyek karbon biru.

Indonesia - sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau 16.711 pulau - memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, sebesar 99.083 km; setelah Kanada yang yang memiliki garis pantai terpanjang 202.080 km. Norwegia yang menempati peringkat ketiga, memiliki 58 ribu km lebih garis pantai.

Ekosistem karbon biru yang terletak di kawasan pesisir seperti hutan mangrove, padang lamun, dan rawa payau merupakan ekosistem pesisir yang mampu menyerap dan menyiman karbon dalam jumlah besar. Indonesia memiliki sekitar 17% cadangan karbon biru global, berpeluang besar dalam melakukan perdagangan karbon internasional yang bersumber dari ekosistem pesisir. Karenanya, ekosistem ini telah menarik perhatian dunia dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global

Indonesia yang telah menandatangani Perjanjian Paris tentang perubahan iklim April 2016 sebagai tindak lanjut KTT Para Pihak ke 21 Desember 2015. Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dituangkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Untuk mencapai target pemurunan emisi GRK, telah diterbitkan Perpres No. 98/2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan diturunkan ke dalam aturan pelaksanaan Permen KLHK No.21/2022 yang kemudian diterjemahkan dalam berupa Petunjuk Teknis tentang Skema Sertifikat Pengurangan Emisi Indonesia (SPEI).

Langkah pemerintah selanjutnya diikuti dengan peluncuran Bursa Karbon Indonesia (Indonesia CarbonExchange; IDX Carbon) untuk memperdagangkan kredit karbon berbasis pasar dan mempercepat penurunan emisi karbon dan mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih awal.

Berbagai pihak termasuk kalangan swasta, pelaku bisnis dan masyarakat pesisir tertarik dengan peluang yang terbuka untuk berpartisipasi dalam SPEI, NEK dan IDX Carbon di Indonesia sebagai pemiliki mangrove terluas di dunia. Namun, beberapa pihak tadi pada umumnya belum paham bagaimana SPEI, NEK da IDX Carbon tersebut dioperasionalkan. Karena itu Tim Transformative Partnership Platform: Blue Carbon Deck CIFOR-ICRAF berinisiatif menyelenggarakan dialog publik Dialog Karbon Biru – Dari Kebijakan Berbasis Sains Menuju Implementasi terbuka sebagai sarana pembelajaran bersama. Bagaimana tantangan yang dihadapi dalam implementasi topik yang baru ini perlu didiskusikan untuk membuka peluang yang besar dengan mengusung dan mendahulukan kemitraan multipihak. Perhelatan ini diselenggarakan atas kerjasama dan dukungan berbagai pihak antara lain pemerintah (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan), akademisi (IPB University dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, AIPI), dan organisasi non-pemerintah (Indonesian Mangrove Society, IMS).

Dialog Publik ini dihelat secara hibrida (luring dan daring) menggunakan Bahasa Indonesi dan Inggris pada 20 Februari 2024, pukul 09.00-17.00 di Global Forestry Hall, CIFOR-ICRAF, Bogor. Informasi dan pendaftaran dapat diunduh dari tautan https://bit.ly/BLUECARBON20.

Penyelenggaraan Dialog Publik dikemas dengan tujuan akhir agar dapat: (i) mensosialisasikan kehadiran Blue Carbon Deck agar platform ini dapat digunakan sebagai sarana bekerjasama dan berbagi pengalaman yang terkait dengan pengelolaan ekosistem karbon biru; (ii) memahami mekanisme pengembangan proyek karbonbiru dengan memperhatikan kebijakan, kerangka peraturan, dan metodologi secara benar; dan (iii) mengenal peluang investasi dan bisnis dalam mekanisme perdagangan kredit karbon biru di Indonesia dengan tetap memperhatikan komitmen dan agenda nasional.

Perhelatan Dialog Publik terbagi atas 4 Sesi yaitu Sesi Pembukaan, Sesi 1 : Kebijakan berupa (Diskusi Panel), Sesi 2: Sains (Diskuis Panel), dan Sesi 4; Berbagi Pengalaman (Diskusi Panel). Pada Sesi Pembukaan akan menghadirkan Prof. Daniel Murdiyarso – Peneliti Utama CIFOR-ICRAF, Ketua AIPI, yang akan manyampaikan pengantar dialog (setting the scene) dan latar belakang dan luaran yang diharapkan. Opening Remark akan disampaikan oleh Alue Dohong dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan Pidato Keynote Address disampaikan oleh Prof. Arif Satria. Sedangkan Prof. Harkristuti Harkrisnowo Wakil Ketua AIPI, sebagai Keynote Address akan menguraikan posisi sains dalam proses pengambilan kebijakan dan mengawal keberpihakkan sains untuk kesejahteraan manusia. Dan Sambutan akhir dalam Sesi Pembukaan dalam Opening address and Declaration, Robert Nasi – Direktur Jenderal CIFOR/COO CIFOR-ICRAF, akan mengisahkan pengalaman 30 tahun lebih bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat Indonesia, dan mengungkapkan bagaimana menumbuhkan ilmu pengetahuan berbasiskan bukti.

Dialog Publik yang dihelat secara hibrida ini, pada Sesi 1: Kebijakan yang diselenggarakan dengan format Diskusi Panel akan menghadirkan narasumber kompeten. Narasumber pertama Laksmi Dhewanthi (Direktur JenderalPengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)), narasumber kedua Hartono Prawiroatmadja (Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM)), narasumber ketiga Lucky Adrianto (Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK)), nara sumber keempat Muhamad Yusuf (Direktur Pulau-pulau Kecil dan Tata Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan), dan narasumber kelima Joko Tri Haryanto (Direktur Utama, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH))

Pada Sesi 3: Berbagi Pengalaman akan dibagi dalam dua kelompok yaitu Sesi 3A: Kelembagaan dan Aspek Sosial; dan Sesi 3 B; adaalah kelompok Ekonomi, Investasi dan Bisnis. Masing-masing akan menghadirkan pula narasumber yang berkompeten. Secara rinci dapat dilihat di Dialog Karbon Biru, prospektur yang terlampi di tautan   https://bit.ly/BLUECARBON20 atau tautan https://www.cifor-icraf.org/event/blue-carbon-dialogue-from-science-based-policy-to-implementation/

Hasil diskusi akan dijadikan bahan-bahan rekomendasi kebijakan menyangkut karbon biru. Pembaca Budiman ikuti terus event-envent yang diselenggarakan oleh AIPI beserta mitra-mitra kerjanya. .

 

Website         :  aipi.or.id  
Instagram     :  aipi_Indonesia
Tweeter         :  AIPI_id
Youtube         : AIPI_Indonesia

 

Penulis Siaran Pers:
Sigit Asmara Santa,

Mobile Phone: 0816-143.6099
humas@aipi.or.id
Biro Adm. Ilmu Pengetahuan, AIPI.

Hak Cipta © 2014 - 2023 AIPI. Dilindungi Undang-Undang.