Jakarta, 27 April 2025. Ketahanan pangan menjadi salah satu tantangan strategis Indonesia di tengah dinamika global. Untuk menjawab tantangan ini, peran perguruan tinggi melalui pelaksanaan Tridarma — pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat — perlu dijalankan secara seimbang dan inovatif; seiring sejalan dengan pemangku kepentingan lainnya. Diskusi Terpumpun Hibrida bertajuk "Menakar Tridarma Perguruan Tinggi Secara Seimbang: Salah Satu Upaya Mewujudkan Swasembada Pangan di Indonesia" digelar untuk mengkaji peran vital perguruan tinggi dan mitra kelompok komunitas rakyat agromaritim (KRA) dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.
Acara yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), berkolaborasi dengan IPB University, Asosiasi Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini akan berlangsung di Ruang Pertemuan AIPI, Gedung Perpusnas Lantai 17, Jln Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta. Acara dihelat secara hibrida pada Rabu, 30 April 2025, pukul 09.00-13.00 WIB dengan menghadirkan para pakar akademisi, peneliti bidang pertanian, dan pejabat pemerintah, dan pemerhati kebijakan publik bidang ketahanan pangan.
Acara ini dapat pula diikuti secara daring melalui Aplikasi Zoom Meeting melalui tautan https://s.id/FD_AIPI-ADPI-IPB , dan juga disiarkan melalui YouTube dengan tautan https://s.id/YTFD_AIPI-ADPI-IPB. Diskusi terpumpun akan menyampaikan matare pokok dari Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat; yang juga diikuti dengan pemikiran-pemikiran beberapa akademisi/ilmuwan yang relevan dan terpilih sesuai kepakaran tema, disamping memetik usulan pemikiran brilian dari para pemerhati dan peserta.
Diskusi berfokus pada perbincangan kritis terkait dengan: 1) membedah kebijakan dan strategi pemerintah terkait implementasi Tridarma PT, khususnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat; 2) bagaimana memberikan keseimbangan peran dan tanggungjawab kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar dapat tampil optimal di depan masyarakatnya sendiri (KRA); 3) menyajikan dan menyegerakan karya PT atau para cerdik cendekia yang dapat dimanfaatkan KRA; 4) mendiskusikan strategi membangun darma pengabdian kepada masyarakat yang ideal dan berdampak langsung kepada masyarakat; dan 5) merumuskan rekomendasi kebijakan swasembada pangan dengan perspektif dan pendekatan SPPI (Science-Policy-Practices Interface).
Acara Diskusi Publik Terpumpun ini menghadirkan Narasumber terdiri dari Prof. Emil Salim (AIPI) akan mendiskusikan “Penyetaraan dharma pengabdian kepada masyarakat dengan dharma pendidikan dan dharma penelitian dalam Tridharma Perguruan Tinggi”; Prof. Hermanu Triwidodo (Kepala Unit Layanan Informasi Pertanian - Tani dan Nelayan Center - IPB University) menguraikan tema “Membumikan perguruan tinggi: Riset Holosentrik dan alokasi waktu dinamis dosen”; Prof. Agik Suprayogi (Anggota Dewan Pembina ADPI yang juga Guru Besar IPB University) menyodorkan pemikiran berjudul “Konsep dan Paradigma Kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi”; Alvino Antonio (Ketua Umum Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) dari Komunitas Rakyat Agromaritim) menyampaikan diskusi berjudul “Pentingnya Kehadiran Akademisi dan Ilmuwan secara kontinyu dan konsisten”; dan Perwakilan Bupati/Bappeda/Pemda yang diminta untuk menyampaikan tema “Pandangan dan Pendapat Pemda dalam Kesetaraan Tridarma PT yang Lebih Produktif bagi Bangsa”.
Seluruh rangkaian acara diskusi akan dipimpin oleh moderator Prof. Muladno, Anggota AIPI, Sambutan Mengawali diskusi disampaika oleh Ketua Umum Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (ADPI) dan juga dri Rektor IPB University, sedangkan acara akan dibuka oleh Ketua AIPI Prof. Daniel Murdiyarso. Penbicara kunci dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisainstek) atau dari unsur Deputi Bidang yang membidangi Pengabdian Masyarakat.
Diharapkan dengan lengkapnya ragam unsur pemangku kepentingan yang dilibatkan utuk berdiskusi dan berdialog terbuka ini akan mampu mengurangi kesenjangan diametral antara masyarakat cerdik cendekia – akademisi dan ilmuwan – dan komunitas rakyat agromaritim (KRA). Komunikasi akan cair dan berjalan lancer yang pada gilirannya akselerasi pembangunan bidang agromaritim meningkat.
Peran dan tanggung jawab cerdik cendekia diemban oleh perguruan tinggi (PT) dan lembaga lain terkait, melalui misinya mengakselerasi kehadiran inovasi yang bermanfaat bagi KRA dan dengan cara pendampingan tersistem, terukur, dan masif. Hal ini mengakibatkan PT tampak cenderung lebih mengejar capaian yang tuntutan global. Bila tidak disikapi dengan bijak, maka kinerja PT akan semakin menjauh dari kebutuhan KRA, yang merasa tidak siap bermitra setara dengan perguruan tinggi.
Ikuti terus diskusi-dikusi ilmiah yang diselenggarakan oleh AIPI dan mitra strategis lainnya dalam upaya mengarusutamakan kebijaka-kebijakan publin yang berbasiskan ddata ilmu pengetahuan.
Website : aipi.or.id
Instagram : aipi_Indonesia
Tweeter : AIPI_id
Youtube : AIPI_Indonesia
Penulis Siaran Pers:
Sigit Asmara Santa
humas@aipi.or.id
Biro Adm. Ilmu Pengetahuan, AIPI.