Siaran Pers AIPI
Jakarta, 4 Desember 2023.
Meski dilaksanakan di tengah situasi yang sulit, Indonesia dinilai telah berhasil memerankan Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023, dalam penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 pada tanggal 5-7 September 2023 di Jakarta, melanjutkan perhelatan KTT ASEAN ke 42 sebelumnya, Mei lalu di Labuhan Bajo Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 mampu berkontribusi terhadap upaya untuk menjaga perdamaian, dan stabilitas, serta kemakmuran di kawasan.
Keketuaan Indonesia di ASEAN dinilai telah berada pada jalur yang benar untuk menjalankan peran dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan perdamaian. ASEAN juga telah bergerak untuk menjadikan kawasan sebagai pusat pertumbuhan atau epicentrum of growth. Keketuaan Indonesia di ASEAN telah mampu mendorong terwujudnya kesepakatan para pemimpin KTT Asia Timur (East Asia Summit-EAS) menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan, dengan disepakatinya konsensus EAS Leaders’ Joint Statement mengenai epicentrum of growth. Sebuah perjalanan tercapainya konsensus yang tidak mudah, yang diwarnai dengan tarik-menarik geopolitik sangat kental. Di bidang ekonomi adalah tercapainya percepatan pelaksanaan pembayaran lintas negara di kawasan dan penguatan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara
Keberhasilan lain adalah peran Keketuaan Indonesia dalam mendorong hilirisasi industri yang memberikan nilai tambah dan mensejahterakan rakyat Kawasan, melalui kesepakatan pengembangan end to end ekosistem kendaraan listrik (electrical vehicle-EV) dengan mendapatkan dukungan penuh Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, dan (Republik) Korea. ASEAN Indo-Pacific Forum yang menjadi program unggulan Keketuaan Indonesia juga membuahkan kerjasama konkrit 93 projek senilai 38,2 miliar dolar AS. Disamping itu soal keamanan Kawasan, penyelesaian konflik di Myanmar, melalui Keketuaan Indonesia di ASEAN, tetap berkomitmen untuk mendorong implementasi Lima Poin Kesepakatan atau Five-Point Consensus.
Berdasarkan capaian yang sudah diraih Indonesia hingga saat ini, bagaimana wujud kerja sama ekonomi ASEAN dalam skema “Epicentrum of Growth” dan capaian Priority Economic Deliverables Keketuaan Indonesia? Apa saja signifikansi inisiatif Indonesia dalam mengarusutamakan dan mengimplementasikan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) serta respons dari mitra eksternal terhadap AOIP di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi?
Pertanyaan-pertanyaan itu akan dijawab dalam Seminar Nasional yang dilangsungkan secara hibrida melalui kerja sama antara Akademi Ilmu pengetahuan Indonesia (AIPI) dan The Habibie Center (THC) dalam seminar dan diskusi ilmiah yang bertajuk “ASEAN Concord IV: Meninjau Tonggak Capaian Keketuaan Indonesia di ASEAN.” Seminar ini akan dihelat pada hari Rabu, 6 Desember 2023, pukul 13.30-16.00 WIB, bertempat di Ruang Pertemuan AIPI, Lantai 17, Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat. Seminar hibrida ini juga dapat diikuti melalui tautan bit.ly/SeminarNasional-ASEAN dan disiarkan pula melalui kanal YouTube The Habibie Center dan AIPI Indonesia.
Seminar akan menghadirkan Prof. Mayling Oey Gardiner, Ketua Komisi Ilmu Sosial, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, untuk menyampaikan kata sambutan dan sekaligus membuka acara. Seminar ini akan ditutup oleh Dr. M. Hasan Ansori, Direktur Eksekutif The Habibie Center.
Seminar nasional ini dapat diikuti oleh 1) Perwakilan Kementerian dan Lembaga nasional: 2) Dosen pada program studi ilmu politik, ekonomi dan hubungan internasional; 3) Mahasiswa program studi ilmu politik, ekonomi dan hubungan internasional; 4) Peneliti bidang sosial, politik, ekonomi, dan hubungan internasional; 5) Diplomat muda Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia; dan 6) Lembaga Swadaya Masyarakat dan media pemerhati masalah ekonomi, politik dan internasional.
Seminar yang dihelat secara hibrida ini akan menghadirkan narasumber kompeten. Narasumber pertama yaitu Dr. Marina Ika Sari (Peneliti ASEAN Studies Program, The Habibie Center), akan mengevaluasi capaian dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam bidang politik dan keamanan regional sebagai Ketua ASEAN 2023. Marina akan mengupas Dinamika kawasan dan capaian Indonesia dalam Keketuaan ASEAN 2023; dan Tantangan dan key takeaways keketuaan Indonesia di ASEAN.
Narasumber kedua adalah Prof. Dr. Djisman S. Simandjutak (Rektor Universitas Prasetya Mulya) akan menganalisis capaian Priority Economic Deliverables Keketuaan Indonesia dalam kerangka Epicentrum of Growth dan keberlanjutan integrasi Ekonomi ASEAN. Selain itu, Prof. Djisman akan turut mendiskusikan perkembangan integrasi ekonomi dan perjanjian perdagangan bebas di kawasan ASEAN.
Narasumber ketiga adalah Mohammad Faisal Karim, Ph.D. (Dosen Senior Universitas Islam Internasional Indonesia), yang akan memaparkan signifikansi inisiatif Indonesia dalam mengarusutamakan dan mengimplementasikan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). Pembahasan mendalam menyangkut soal-soal mengontekstualisasikan AOIP dalam Keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023; mengvaluasi terhadap upaya Indonesia dalam mengarusutamakan dan mengimplementasikan AOIP; dan memahami respons dari mitra eksternal terhadap AOIP di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi.
Sesi diskusi dan tanya-jawab akan dihelat setelah semua narasumber menyelesaikan papaprannya. Seluruh rangkaian Acara Seminar Hibrida akan dipandu oleh Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar, Anggota Komisi Ilmu Sosial, AIPI yang juga Ketua Dewan Pengurus, The Habibie Center.
Seminar ini merupakan seri ketiga atau terakhir dari 3 rangkaian seri seminar dilaksanakan dalam kurun 2023. Hasil seminar nasional ini akan disarikan ke dalam bentur formulasi saran dan pandangan yang akan dikirimkan ke semua pemangku kepentingan yang relevan dan didiseminasikan ke perguruan tinggi dan masyarakat.
Website : aipi.or.id
Instagram : aipi_Indonesia
Tweeter : AIPI_id
Youtube : AIPI_Indonesia
Penulis Siaran Pers:
Sigit Asmara Santa
Mobile Phone: 0816-143.6099
sigitasmarasanta@gmail.com
Biro Adm. Ilmu Pengetahuan AIPI