| Anggota sejak | : | 2015 |
| Keanggotaan | : | Komisi Ilmu Rekayasa |
| Kepakaran | : | Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Bidang Rekayasa Geoteknik |
| Blog | : | - |
Prof. Ir. Masyhur Irsyam, MSE.
Masyhur Irsyam menjadi Sarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1983. Ia lulus Program Pascasarjana Jalan Raya ITB pada 1985, lalu meraih Master of Science in Engineering (MSE) dari Department of Civil Engineering, University of Michigan, Amerika Serikat pada tahun 1988. Dari universitas yang sama, Masyhur meraih Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada 1991 dan Post Doctoral/ Research Scientist pada 1992.
Sejak tahun 1984 Masyhur mengajar di Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB. Beberapa jabatan yang pernah diembannya di ITB di antaranya adalah sebagai Kepala Laboratorium Mekanika Tanah (2001-2004), Ketua Kelompok Keahlian/ Keilmuan Rekayasa Geoteknik (2005-2009; 2014-2023) dan Ketua Pusat Penelitian Mitigasi Bencana ITB (2011-2018). Selain melakukan mengajaran, pembimbingan, dan penelitian Masyhur juga aktif menulis makalah dan terlibat diberbagai kegiatan seminar nasional maupun internasional.
Sedangkan sebagai ahli dan praktisi di bidang Rekayasa Geoteknik, Prof Masyhur Irsyam pernah menjadi Ketua Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia HATTI dua perioda (2011-2019). Di komunitas geoteknik internasional, Masyhur juga menjadi anggota International Society for Soil Mechanics and Geotechnical Engineering ISSMGE dan terpilih menjadi anggota Technical Committee TC39-Geotechnical Engineering for Coastal Disaster Mitigation and Rehabilitation, TC203-Earthquake Geotechnical Engineering and Associated Problem, dan TC305-Geotechnical Infrastructure for Megacities and New Capitals.
Sebagai ahli Rekayasa Geoteknik yang menekuni bidang Kegempaan (Rekayasa Geoteknik Kegempaan), Masyhur pernah menjadi Ketua Tim Peta Gempa Indonesia 2010, Ketua Tim Peta Gempa Indonesia 2017, Ketua Pusat Studi Gempa Nasional PuSGEN/ PUPR (2015-2020), dan Penasehat Tim Pemutakhiran Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024. Masyhur juga terlibat dalam penyusunan berbagai SNI untuk perancangan bangunan tahan gempa diantaranya: SNI 1726-2002, SNI 1726-2012, and SNI 1726-2019 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Nongedung; SNI 2833-2016 Perancangan Jembatan terhadap Beban Gempa; SNI 8460-2017 Persyaratan Perancangan Geoteknik; SNI 8899-2020 Tata Cara Pemilihan dan Modifikasi Gerak Tanah untuk Perencanaan Gedung Tahan Gempa; SNI 9274-2024 Evaluasi dan Rehabilitasi Seismik untuk Bangunan Gedung Eksisting; dan SNI 9366-2025 Tata Cara Perancangan Terowongan dan Struktur Bawah Tanah Tahan Gempa.
Sebagai praktisi geoteknik, Prof Masyhur Irsyam terlibat aktif sebagai ahli fondasi, perbaikan tanah, dan geoteknik kegempaan serta menjadi anggota Tim Penasehat Konstruksi Bangunan DKI Jakarta (2010-2022), anggota Tim Penilai Ahli DKI Jakarta (2022-2025), dan anggota Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan PUPR (2015-2022). Ia juga terlibat dalam berbagai proyek struktur dan infrastruktur utama di Indonesia diantaranya: Jembatan Suramadu, Jembatan Cipada, Jembatan Ciujung, Jembatan Cikubang, dan Flyover Cirebon; jalan tol Cipularang, Semarang-Bawen, Padang-Sicincin, dan Palembang-Indralaya; pembangkit tenaga listrik PLTU Cilacap, PLTU Teluk Naga, PLTU Sibolga, PLTU Timika, PLTU Bima, dan PLTU Pacitan; Pelabuhan Tanjung Emas, Tanjung Perak, dan Tanjung Priok Container Yard; runway Kuala Namu, Tanah Toraja, Banda, dan Kulon Progo.