Berita

news_pic

Wallacea Week 2017

Alam Indonesia yang kaya akan keanekagaraman hayati beserta persebaran biodiversitasnya yang unik, menyimpan potensi pemanfaatan yang besar. Alfred Russel Wallace, seorang naturalis asal Inggris, pertama kali menemukan bahwa keunikan biodiversitas tersebut dipengaruhi perubahan lempeng bumi di masa silam. Hal itu ia simpulkan berdasarkan penjelajahan ekstensifnya di Nusantara pada 1854-1862, yang turut memperkuat teori evolusi berdasarkan seleksi alam. Wallace kemudian disandingkan bersama Charles Darwin, sebagai tokoh di balik lahirnya teori evolusi.

Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, The British Council, dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja sama menyelenggarakan Wallacea Week 2017 untuk mengingat kembali arti penting Alfred Russel Wallace dan kawasan Wallacea untuk Indonesia, serta sumbangannya untuk dunia. Wallacea Week sekaligus membuka rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga 2019, memperingati 150 tahun terbitnya buku The Malay Archipelago.

Wallacea Week akan membahas berbagai sisi tentang Wallace dan Wallacea, mulai dari sejarah penemuan ilmu pengetahuan yang dilakukan Wallace, berbagai penelitian dan pembangunan yang kini dilakukan di sana, hingga langkah ke depan yang perlu dilakukan untuk mengeksplorasi laboratorium hidup tersebut. Wallacea Week 2017 diharapkan dapat mengawali kerja sama untuk menggali dan mengembangkan potensi kawasan Wallacea untuk kesejahteraan dan kedaulatan Indonesia, melalui kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan pembangunan.

 

Pembuat Artikel: Anggrita D. Cahyaningtyas