Siaran Pers AIPI
Jakarta, 4 Agustus 2023.Â
Untuk yang kesembilan kalinya, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bekerja sama dengan US National Academy of Science (NAS) – Akademi Ilmu Pengetahuannya Amerika – akan menyelenggarakan pertemuan ilmiah tahunan bertajuk The 9th Indonesian -American Kavli Frontiers of Science Symposium di Novotel Balikpapan Hotel, 7-11 Agustus 2023. Simposium batas-batas sains terdepan (Science Frontiers) ini telah menjadi ajang terbaik untuk mempertemukan ilmuwan-ilmuwan muda terbaik dari kedua negara, sebagai generasi penerus pemimpin ilmu pengetahuan masa depan.
The Kavli Frontiers of Science Symposium didirikan pada 1989, dan diawaki oleh para ilmuwan muda dengan dukungan dari US Nasional Science Fondation, Alfred P. Sloan Fondation dan National Academy of Science. Seri simposium sains frontir ini semula diselenggarakan di Arnold and Mabel Beckman Center, Irvine, California, USA pada 1989-1994. Selanjutnya berkembang dengan melibatkan mitra dari negara-negara lain seperti dengan Jerman mulai 1995, China dan Jepang mulai 1998, Israel dan Korea Selatan mulai 2013, dan Indonesia sendiri mulai 2011. Seri Perhelatan Simposium Sains Frontir ini di Indonesia telah diselenggarakan berturut-turut di Bogor (2011), Solo (2012), Bali (2013), Medan (2014), Makassar (2015), Malang (2016), Ambon (2017) – dan sempat terhenti beberapa tahun karena pandemi Covid-19 – dan dimulai lagi 2022 yang diselenggarakan di Yogyakarta.
Setiap kali perhelatan Kavli akan dihadiri setidaknya 70 peserta ilmuwan muda yang terdiri dari sekitar 40 ilmuwan dari Indonesia dan 30 ilmuwan dari Amerika Serikat. Ilmuwan muda yang dihadirkan itu adalah para ilmuwan yang telah berkontribusi signifikan pada sains berasal dari berbagai bidang keilmuan – antara lain bidang ilmu pengetahuan alam, ilmu rekayasa dan ilmu-ilmu sosial, bergelar doktor, aktif melakukan riset yang dibuktikan dengan pengalaman melakukan penilaian sejawat (peer-reviewed) internasional dan memiliki publikasi-publikasi internasional, serta tertarik mengembangkan kolaborasi riset sains mutakhir dengan berkolaborasi dan bermitra dengan ilmuwan muda lainnya.
Mereka adalah ilmuwan-ilmuwan yang berusia kurang dari 45 tahun dan berminat menyampaikan presentasi bidang keilmuannya dalam simposiun, serta telah lolos seleksi oleh Panitia Penyelenggara (Organizing Committee) yang independen. Peserta ilmuwan yang terpilih akan menyampaikan presentasi lisan atau poster, terlibat aktif dalam diskusi-diskusi sebagai media bertukar pikiran untuk mengeksplorasi peluang kerjasama kolaborasi riset yang lebih luas dengan ilmuwan muda lainnya. Mereka bertukar pikiran menyoroti lingkup tantangan-tantangan utama penelitian, metodologi, dan keterbatasan-keterbatasan untuk memajukan bidang riset masing-masing.
Simposium Indonesian-American Kavli Frontiers of Science ini disponsori oleh David and Lucile Packard Foundation. Dukungan utama diperoleh dari Kavli Foundation yang ditopang oleh U.S. National Academy of Sciences (NUS) dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). Perhelatan simposium selama 5 (lima) ini diperkaya dengan berbagai kegiatan yang secara garis besar dibagi menjadi beberapa yaitu Program Coach Workshop, Pengenalan DIPI, Dinner Lecture, Wisata ke Borneo Orangutan Survivor Foundation (BOSF), Welcome remark, Pengenalan Program Kavli dan sesi-sesi presentasi dan diskusi poster. Secara lengkap dan rinci agenda simposium dapat diunduh melalui tautan .
Program Coach Workshop menghadirkan nara sumber Dr. Supapan Seraphin, Profesor Emeritus Department of Materials Science and Engineering, University of Arizona, Arizona, U.S.A. Senior Advisor in Research, King Mongkut’s University of Technology Thonburi, Bangkok, Thailand. Supapan akan menyampaikan tema 1) Proposal Writing: Understanding the Process; 2) Career Launch: Making the most of your talents; 3) Effective Interview and Scientific Presentation; serta 4) The Art of Effective Negotiation and International Collaboration Across Cultures. Selanjutnya Prof. JatnaSuprijatna, Direktur Eksekutif Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) akan menyampaikan paparan tentang Indonesian Science Funding Landscape, dan sore harinya akan diteruskan dengan Dinner Lecture oleh Prof. Sangkot Marzuki, Ketua AIPI 2008-2018, yang juga perintis kerja sama Kavli ini. Pada hari kedua simposium ini diisi dengan program kunjungan ke Borneo Orangutan Survivor Foundation (BOSF) disertai dengan acara penanaman pohon di lokasi BOSF.
Agenda Simposium Kavli hari ketiga hingga kelima diisi dengan sidang-sidang presentasi yang diawali dengan Sambutan Selamat Datang (Welcome remarks) oleh Prof. Daniel Murdiyarso, Ketua AIPI (2023-2028), dan pengantar tentang Program-program Kavli yang akan disampaikan oleh Mr. Edward Patte, dari US Academy of Sciences (NAS). Selanjutnya sesi-sesi presentasi dikelompokkan berdasarkan tema menjadi:
Sesi I – Mesophotic (Deep Sea) Corals
Sesi II – Artificial Intelligence and Biodata
Sesi III – Neuroscience of Emotion and Mental Health
Sesi IV – Climate Vulnerabilities: A Social Science Perspective
Sesi V – Climate Change and Health
Sesi VI – Sustainable Chemistry for the Common Good
Disela-sela acara tersebut, juga diisi dengan sesi paparan poster (Flash Talk and Poster Session) sebanyak 2 sesi yang menyajikan poster capaian riset bidang Biology/Medicine 20 poster; Chemestry/Biochemistry/Material Science 12 poster; Earth Science/Environmental Science 8 poster; Neuroscience /Phycology 1 poster; Physics/Materials 1 poster; dan Social Science 7 poster, sehingga total poster yang dipajang sebanyak 49 paparan poster. Seri Simposiun Sains Frontir di Balikpapan ini akan ditutup oleh Prof. Sangkot Marzuki, Ketua AIPI 2008-2018 yang memang sejak awal telah membidani dan terlibat mendalam dalam Kerjasama dengan Kavli Frontiers of Science, National Academy of Science (NUS), USA.
Website : aipi.or.id
Instagram : aipi_Indonesia
Tweeter : AIPI_id
Youtube : AIPI_Indonesia
Penulis berita:
Sigit Asmara Santa
Biro Adm. Ilmu Pengetahuan AIPI.