Siaran Pers
Jakarta, 23 November 2024.
“Perkembangan teknologi tidak semata-mata membuat hidup manusia menjadi lebih mudah, tetapi justru juga semakin kompleks. Karena itu perlu kemampuan baik bagi pelaku maupun pengguna untuk memanfaatkan teknologi itu,” ungkap Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Orasi Ilmiah di Institut Teknologi Del, 21 November 2024 lalu . Satryo mencontohkan proses kreatif dan inovatif dalam penguasaan ilmu dan teknologi (iptek) sebuah perusahaan telekomunikasi dalam mengembangkan produknya agar dapat bersaing hingga menguasi pasar dunia, ditengah persaingan ketat dengan para kompetitornya. Satryo juga menunjukkan bahwa perusahaan itu teridentifikasi unggul pada pengembangan riset masa depan dan pemberdayaan kolaborasi multidiplin dalam penciptaan dan pemajuan sains dan teknologi.
Sejalan dengan semangat ini pula, berbagai kalangan ilmuwan, industriawan, praktisi peternakan, organisasi profesi, dan regulator pemerintah, berkolaborasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan terkait dengan persoalan yang dialami dan berkembangan saat ini, dan tantangan masa depan terhadap tata kelola budidaya ternak dalam pola hubungan kesetaraan yang berkeadilan untuk memajukan kesejahteraan peternak Indonesia. Hal ini juga ditujukan untuk mensukseskan Program Pembibitan Ternak di Indonesia.
Kolaborasi dari berbagai unsur itu — dari IPB University, Solidaritas Alumni SPR Indonesia, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Kementerian Pertanian RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), PORDASI, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) – diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan Seminar Nasional Hibrida dengan mengangkat tema “Urgensi Penggunaan Teknologi Identifikasi dan Pemandulan Ternak Program Pembibitan Ternak di Indonesia.”
Seminar tersebut bertujuan untuk: (1) memperoleh solusi bijaksana terkait polemik di masyarakat (peternak rakyat) tentang penggunaan teknologi identifikasi ternak dan pemandulan ternak di komunitas peternak rakyat untuk menyadarkan pentingnya usaha pembibitan ternak lokal yang lebih profesional; (2) memperoleh rekomendasi penting yang dapat disepakati bersama sebagai bahan pertimbangan bagi fatwa MUI; dan (3) merumuskan rekomendasi kebijakan singkat (policy brief) sebagai rujukan resmi bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan maupun pegangan bagi praktisi peternaka.
Seminar Nasional Hibrida ini akan dihelat pada 26 November 2024 pukul 09.00 – 12.30 WIB di Ruang Pertemuan AIPI, Gedung Perpustakaan Nasional RI, Lantai 17, Jln. Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta. Seminar akan dihadiri pada akademisi, Pegiat Iptek, dosen, mahasiswa, masyarakat ilmiah , pemerhati peternakan, jurnalis dengan kapasitas 60 peserta secara luring dan 100 orang secara daring yang dapat mengikutinya melalui tautan aplikasi Zoom dan disiarkan juga melalui aplikasi YouTube dengan tautan tertera di Scan QR flyer poster.
Seminar akan menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten dibidangnya meliputi Pemateri 1. Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi, M.Sc.Agr., (Divisi Fisiologi, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB) , akan menyampaikan tema bahasan “Kaidah Kesejahteraan Hewan dalam Tatalaksana Budidaya Ternak”; Pemateri 2. drh. Sintong HMT Hutasoit, M.Si. , (Dir. Perbibitan dan Produksi Ternak, Kementerian Pertanian Republik Indonesia) akan menjelaskan soal “Perkembangan Perbibitan dan Produksi Ternak di Indonesia”; dan Pemateri 3. Danang Yulianto, SPt. M. Si., (Pengurus Pusat Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia dan Fapet UGM), akan menyampaikan bahasan mengenai “Penerapan Teknologi Identifikasi untuk Program Pembiakan Ternak”.
Selanjutnya Pemateri 4. Dr. drh. R. Harry Soehartono, M.App.Sc. (Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB), akan menjelaskan tema “Metode Pemandulan pada Ternak Jantan Sesuai Kaidah Kesrawan”; Pemateri 5. Dr. Inaya Rakhmani, (Anggota Komisi Ilmu Sosial – AIPI) akan memberikan pandangannya tentang “Nilai Sosial dan Kultur Bangsa Indonesia terkait Program Pembiakan Ternak yg Humanis”; dan terakhir Pemateri 6. Dr. KH. Ahmad Munif Suratmaputra, MA., (Komisi Fatwa MUI) akan memberikan pencerahan pandangan agama berkaitan dengan kegiatan “Pemanfaatan Teknologi Identifikasi dan Pemandulan Ternak untuk Tujuan Kemaslahatan”.
Keseluruhan acara Seminar Hibrida akan dipandu oleh Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA. IPU., Anggota Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar-AIPI, yang juga Pembina SASPRI, dan guru Besar IPB. Acara akan diawali dengan Pembukaan oleh Prof. Dr. Daniel Murdiyarso Ketua AIPI yang juga Guru Besar IPB, dan ditutup oleh Prof. Jatna Supriatna, Ketua Komisi IPD-AIPI, Direktur Eksekutif DIPI dengan penyampaian resume singkat hasil Seminar Hibridan dan draf rekomendasi.
Salah satu prasyarat penting suksesnya program pembibitan ternak itu adalah peningkatan produktifitas ternak yang harus ditopang oleh peningkatan populasi ternak di Indonesia. Ternak asli atau ternal lokal di Indonesia sangat beragam jenisnya. Pengembangbiakan ternak lokal menjadi sangat penting untuk prasarat untuk dapat menerapkan program pembibitan ternak dalam upaya perbaikan mutu genetik secara berkelanjutan.
Ketertelusuran genetik dari moyang pembibitan merupakan hal sangat penting pula untuk dijaga dan terdokumentasi dengan baik. Karena itu, penggunaan teknologi identifikasi baikyang konvensional seperti tattoo bakar, eartag, atau kalung, maupun yang modern seperti RFID dan sejenisnya harus dipasangkan pada setiap individu ternak yang digunakan dalam program pembibitan. Identifikasi ternak harus terpasang jelas dan kokoh yang menggambarkan keunikan setiap individu ternak yang perlu diterapkan pada ternak pejantan pemacek maupun ternak indukan.
Pada ternak jantan bakalan penggemukan, pemandulan harus dilakukan pada usia dini untuk mencegah perkawinan tak terkendali dalam suatu populasi ternak. Hanya ternak pejantan pemacek yang boleh digunakan spermanya untuk mengawini ternak betina produktif dalam rangka menjamin keberlangsungan siklus reproduksi dari generasi ke generasi.
Namun, fakta di lapangan terungkap bahwa penggunaan teknologi identifikasi dan pemandulan telah menimbulkan dampak negatif secara sosio-ekonomis-keagamaan dan cenderung bersifat kontraproduktif terhadap upaya perbaikan mutu genetik ternak. Pemasangan tanda identitas pada tubuh ternak dianggap sebagai cacat tubuh yang akan mengurangi harga jualnya. Anggapan itu cenderung menimbulkan kesejangan kesetaraan relasi peternak rakyat dengan lain yang bertentangan dengan kaidah ilmiah tentang pentingnya memberikan identitas unik pada setiap individu ternak.
Pandangan sebagian masyarakat lain adalah bahwa teknologi identifikasi dan pemandulan ternak tersebut berpotensi melanggar kesejahteraan hewan. Anggapan ini mengakibatkan pemasangan identitas pada pejantan pemacek dan pemandulan ternak jantan bakalan penggemukan di masyarakat akan terhambat. Asas manfaat dan pemenuhan kebutuhan masyarakat atas perkembangan populasi ternak lokal yang lebih banyak dan lebih unggul akan menjadi terhambat pula. Akibat secara tidak langsung akan merugikan bangsa Indonesia dalam jangka panjang. Mutu genetik ternak menurun karena perkawinan menjadi tak terkendali, dan pada gilirannya berakibat pada penurunan produktivitas ternaknya dan memperlambat penambahan populasi ternak.
Teknologi identifikasi ternak dan pemandulan ternak sangat diperlukan sebagai upaya perbaikan kontrol populasi maupun perbaikan mutu genetik ternak lokal selain juga meningkatkan produktifitas ternak jantan penggemukan. Penggunaan teknologi yang sesuai kaidah ilmiah akan menjamin kesejahteraan hewan. Dengan dilandasi profesionalitas, penggunaan dua teknologi tersebut justru berdampak baik secara sosio-ekonomis- keagamaan di masyarakat. Persoalan-persoalan inilah yang akan dikupas tuntas dalam Seminar Nasional Hibrida ini.
Keseluruhan penyelenggaraan Seminar Nasional Hibrida ini didukung oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, GAPUSPINDO (Gabungan Pelaku Usaha Peternak Sapi Indonesia), PT Malindo Feedmill Tbk, PT. Napindo Media Ashatama, PT Lembu Setia Abadi Jaya, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk, PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID Food), PT Berdikari.
Website : aipi.or.id
Instagram : aipi_Indonesia
Tweeter : AIPI_id
Youtube : AIPI_Indonesia
Pembuat Siaran Pers:
Sigit Asmara Santa,
humas@aipi.or.id
Biro Adm. Ilmu Pengetahuan, AIPI