
Latar Belakang
Sistem Politik Demokrasi setidak-tidaknya ditandai tiga indikator sebagai berikut:
1. Hubungan antara Pemilih dengan Partai/Wakil Rakyat adalah hubungan antara Prinsipal (yang Berdaulat, yang diwakili) dengan Agent (yang Mewakili, mendengarkan dan melaksanakan kehendak rakyat);
2. Partai Politik mampu menjadi Pilar Demokrasi Perwakilan (menyiapkan calon Wakil Rakyat dan Calon Kepala Pemerintahan, merumuskan Rencana Kebijakan Publik yang keduanya ditawarkan kepada Pemilih dalam kampanye Pemilu, intra-party democracy, dan Jembatan antara Rakyat dengan Negara); dan
3. Pemerintahan Demokrasi Presidensial yang Stabil dan Efektif.
Bagaimana hubungan antara pemilih, partai politik, dan pemerintahan dalam demokrasi presidensial seharusnya dibangun? Sejauh mana pemilih benar-benar menjadi principal dalam sistem demokrasi Indonesia?
Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia mengundang Anda untuk mengikuti Seminar Nasional (Hibrida) Seri I yang menghadirkan akademisi, pembuat kebijakan, dan pakar politik untuk membahas isu tersebut.
🗓️ Rabu, 12 Agustus 2026, 12.30–16.00 WIB
📍 AIPI, Gedung Perpustakaan Nasional RI Lt.17
💻 Zoom & YouTube Live
📌 Registrasi: bit.ly/PemilihPrinsipal