Menyalakan Kembali Api Kebangkitan Bangsa melalui Sains dan Seni


Siaran Pers

Ketika Ilmuwan Menjadi Wajah Kebangkitan Nasional

Jakarta, 14 Mei 2026.

Narasi kepahlawanan Indonesia terlalu lama didominasi sejarah politik dan perjuangan fisik. Padahal, kebangkitan bangsa juga lahir dari laboratorium, ruang kelas, penelitian, dan keberanian berpikir ilmiah. Di tengah zaman yang dipenuhi banjir informasi, disrupsi teknologi, dan melemahnya budaya berpikir kritis, menjadi penting bangsa Indonesia perlu diingatkan kembali pada satu fondasi utama kemajuan bangsa: ilmu pengetahuan

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 118 tahun ini, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan pameran nasional “SciArt 80: Potret 80 Ilmuwan Inspiratif dalam Lukisan” pada 20–30 Mei 2026 di Museum Kebangkitan Nasional. Kegiatan ini tidak hanya mengajak publik mengenang sejarah, tetapi juga merefleksikan kembali fondasi kemajuan Indonesia, yaitu ilmu pengetahuan. Melalui pameran SciArt 80, potret para ilmuwan Indonesia dan dunia dihadirkan sebagai pengingat bahwa kebangkitan bangsa tumbuh dari tradisi berpikir, pendidikan, dan keberanian intelektual yang membentuk perjalanan Indonesia modern.

Pameran ini menghadirkan 80 tokoh ilmuwan, pemikir, dokter, pendidik, teknolog, dan intelektual yang telah membentuk perjalanan Indonesia modern melalui pengetahuan, riset, dan keberanian berpikir lintas zaman.

Nama-nama seperti Alfred Russel Wallace, Christiaan Eijkman, B. J. Habibie, Koentjaraningrat, Selo Soemardjan, Teuku Jacob, hingga Raden Ajeng Kartini dihadirkan kembali melalui karya seni rupa yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat makna sejarah dan refleksi kebangsaan.

Lebih dari sekadar pameran lukisan, SciArt 80 merupakan ajakan untuk melihat kembali sejarah Indonesia dari sudut yang sering terlupakan: bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya dibangun oleh perjuangan politik dan kekuatan senjata, tetapi juga oleh laboratorium, ruang kelas, penelitian, gagasan, dan tradisi intelektual.

Semangat itu berakar dari lahirnya generasi intelektual modern Indonesia di lingkungan STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen), tempat tumbuhnya tradisi berpikir ilmiah yang kemudian ikut melahirkan kesadaran kebangsaan Indonesia. Dari ruang pendidikan dan ilmu pengetahuan itulah lahir para dokter, pemikir, dan tokoh pergerakan yang membentuk arah masa depan bangsa.

Melalui pendekatan visual yang dekat dengan publik, SciArt 80 ingin menjembatani seni, sains dan pendidikan sekaligus membangun kembali budaya penghormatan terhadap ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mengenang para pejuang di medan perang, tetapi juga bangsa yang menghormati ilmuwan, guru, pemikir, dan pengetahuan yang membangun masa depannya.”

Pameran ini juga merekam perjalanan panjang perkembangan ilmu pengetahuan di Nusantara — mulai dari era penjelajahan ilmiah abad ke-19, masa Politik Etis dan lahirnya lembaga pendidikan modern, fase dekolonisasi ilmu pengetahuan pascakemerdekaan, pembangunan sains nasional, hingga tantangan Indonesia memasuki era kecerdasan artifisial dan transformasi global abad ke-21.

Dalam SciArt 80, para pengunjung juga diajak menguak dan merenungi kisah-kisah heroi dibalik karya seni itu dengan membaca narasi-narasi biografis populer, mengikuti acara-acara tur kuratorial, pojok literasi sains, diskusi publik, program edukasi pelajar, dan media gathering, serta publikasi sejarah ilmu pengetahuan Indonesia.

Pembukaan pameran akan dirangkaikan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 serta penganugerahan rekor MURI untuk pameran potret ilmuwan berbasis lukisan terbesar di Indonesia.

Melalui SciArt 80, publik diajak merefleksikan kembali bahwa masa depan Indonesia tidak dapat dibangun tanpa tradisi ilmu pengetahuan yang kuat. Sebab sejarah dunia menunjukkan: bangsa yang maju adalah bangsa yang menghormati pengetahuan, memuliakan pendidikan, dan menjaga api intelektualnya tetap hidup lintas generasi.

Hadirilah SciArt80 yang terbuka untuk umum. Ajak keluarga , kerabat, handai taulan untuk belajar atau pun mengingat kembali kesadaran akan nilai-nilai kejuangan kebangkitan bangsa yang berangkat dari kalangan terpelajar.

Website         :  aipi.or.id  
Instagram     :  aipi_Indonesia
Tweeter         :  AIPI_id
Youtube         : AIPI_Indonesia

Penulis Siaran Pers:

Anny Sulaswati dan Sigit Asmara Santa

humas@aipi.or.id