
Pengakuan internasional atas kiprah Prof. Aman Wirakartakusumah menegaskan peran ilmuwan Indonesia dalam pengembangan ilmu pangan, penguatan kebijakan, dan pembangunan sistem pangan berkelanjutan.
JAKARTA, 29 Oktober 2026 — Pengabdian panjang seorang ilmuwan tidak hanya diukur dari karya akademik yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana ilmu pengetahuan memberi manfaat bagi masyarakat dan memengaruhi kebijakan publik. Prinsip itulah yang tercermin dalam penghargaan Lifetime Achievement Award 2026 yang diterima Prof. Dr. Aman Wirakartakusumah, anggota Komisi Ilmu Rekayasa Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIR-AIPI), dari International Union of Food Science and Technology (IUFoST).
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam ajang World Congress of Food Science and Technology ke-23 yang berlangsung pada 25–29 Oktober 2026 di Hong Kong. Prof. Aman dinilai memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan ilmu dan teknologi pangan, kepemimpinan di bidang pendidikan dan tata kelola pangan, serta kontribusi terhadap penguatan kebijakan pangan di tingkat nasional, regional, dan global. Penghargaan ini bukan semata pengakuan atas pencapaian individual. Lebih dari itu, anugerah tersebut menyoroti peran ilmu pengetahuan dalam menjawab salah satu persoalan mendasar kehidupan manusia: bagaimana memastikan pangan yang aman, bermutu, bergizi, dan terjangkau tersedia bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Dari ruang akademik ke kebijakan pangan
Prof. Aman, yang menjadi anggota AIPI sejak 2002, dinominasikan oleh rekan-rekan sejawatnya di komunitas ilmu pangan internasional. Penilaian terhadap kiprahnya mencakup tiga aspek utama, yakni pengaruh berkelanjutan dalam pendidikan dan pengembangan teknik proses pangan, kepemimpinan dalam tata kelola serta standar keamanan pangan dan nutrisi, serta pengabdian profesional yang memperkuat kapasitas ilmiah dan penerapan sains dalam kebijakan.
Di tingkat nasional dan regional, Prof. Aman dinilai berperan penting dalam pengembangan kebijakan pangan Indonesia. Kiprahnya antara lain mencakup peran sebagai penasihat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional untuk program-program strategis, termasuk penyediaan makanan di sekolah dan perumusan Undang-Undang Pangan Nasional.
Kontribusinya juga menjangkau penguatan kerangka keamanan pangan melalui Codex Alimentarius—sistem standar pangan internasional—serta harmonisasi standar pangan di kawasan ASEAN. Upaya tersebut penting karena keamanan pangan tidak berhenti pada ketersediaan bahan pangan. Pangan yang dikonsumsi masyarakat juga harus memenuhi standar keamanan dan mutu yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Pada tingkat global, rekam jejak Prof. Aman turut ditandai dengan peran penasihat tingkat tinggi bagi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dalam isu sistem pangan berkelanjutan.
Rangkaian kontribusi tersebut memperlihatkan bagaimana kepakaran ilmiah dapat menjembatani dunia akademik, perumusan kebijakan, dan kerja sama internasional.
Warisan yang melampaui pencapaian individual
IUFoST merupakan organisasi ilmiah internasional yang mewadahi ilmuwan, teknolog, insinyur, dan lembaga terkait ilmu serta teknologi pangan dari lebih dari 100 negara. Organisasi ini mendorong pertukaran pengetahuan, keunggulan ilmiah, dan kolaborasi internasional untuk meningkatkan produksi, pengolahan, distribusi, serta pelestarian pasokan pangan dunia.
Sebagai organisasi ilmiah yang berafiliasi dengan International Science Council (ISC), IUFoST menjadi bagian dari jejaring ilmiah global yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan melalui kolaborasi lintas negara dan disiplin. Penghargaan Lifetime Achievement Award diberikan kepada individu yang dinilai memiliki kontribusi nyata dan berjangka panjang terhadap kemajuan ilmu pangan. Cakupannya luas, mulai dari keamanan dan kualitas pangan, nutrisi manusia, inovasi produk, teknologi pengolahan dan pengemasan, hingga ketahanan pangan yang meliputi ketersediaan, aksesibilitas, dan keterjangkauan.
Dalam penilaian terhadap Prof. Aman, rekan-rekan sejawatnya menekankan bahwa warisan seorang ilmuwan tidak hanya tercermin dari publikasi atau pencapaian akademik. Warisan itu juga terlihat pada institusi yang semakin kuat, profesional yang semakin berdaya, serta komunitas ilmiah internasional yang semakin terhubung.
Karier Prof. Aman dinilai merepresentasikan perpaduan antara keunggulan ilmiah, kepemimpinan visioner, solidaritas regional, dan pengabdian global. Penghargaan yang telah diumumkan pada 3 Juli 2026 tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi yang melampaui batas ruang akademik dan menjangkau pembangunan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.
Bagi Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, pencapaian ini menjadi kebanggaan sekaligus pengingat akan pentingnya peran ilmuwan dalam kehidupan publik. Di tengah tantangan ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kebutuhan akan pangan yang aman serta bergizi, ilmu pengetahuan dituntut tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga menghadirkan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Penghargaan yang diterima Prof. Aman Wirakartakusumah menegaskan bahwa pengabdian ilmiah yang berkelanjutan dapat memperoleh pengakuan dunia sekaligus meninggalkan warisan penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masa depan pangan.
Penulis berita:
Sigit Asmara Santa
humas@aipi.or.id Biro Adm. Ilmu Pengetahuan