Latar Belakang
Krisis iklim telah berkembang menjadi salah satu tantangan pembangunan paling kompleks di Indonesia. Dampaknya tidak lagi terbatas pada aspek lingkungan, tetapi telah merambat ke ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, produktivitas tenaga kerja, hingga kesejahteraan sosial-ekonomi kelompok yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan.
Petani dan nelayan berada di garis depan krisis ini. Paparan suhu ekstrem, pergeseran pola musim tanam dan tangkap, cuaca yang semakin tidak menentu, serta meningkatnya frekuensi kejadian iklim ekstrem menekan produktivitas, menambah beban kerja fisik, memperbesar ketidakpastian pendapatan, dan berdampak langsung terhadap kesehatan fisik maupun mental mereka. Meski demikian, dimensi kesehatan dalam kebijakan adaptasi perubahan iklim masih relatif kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan isu produksi pangan atau pengelolaan sumber daya alam, sehingga kelompok yang paling terdampak justru paling minim terwakili dalam desain kebijakan.
Untuk menjawab kesenjangan bukti tersebut, LaporIklim bersama Koalisi Rakyat Kedaulatan Pangan (KRKP) melaksanakan rangkaian survei kesehatan, ekspedisi lapangan, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, serta Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kedua wilayah dipilih untuk merepresentasikan karakteristik ekologi yang berbeda, yakni pesisir, agraris, dan lahan kering, sekaligus memberikan gambaran lintas konteks mengenai kerentanan masyarakat terhadap dampak krisis iklim.
Hasil kajian ini dirangkum dalam sebuah Kertas Posisi yang memuat temuan utama, analisis lintas wilayah, serta rekomendasi kebijakan bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait. Forum Dialog Kebijakan Nasional ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan bukti ilmiah tersebut dengan proses pengambilan keputusan, menyampaikan temuan kepada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, dan media, sekaligus membangun komitmen bersama untuk kebijakan adaptasi iklim yang melindungi kesehatan masyarakat
dan kelompok rentan. LaporIklim sebagai bagian dari Yayasan Suara Sains Terbuka Indonesia juga didukung oleh Komisi Ilmu Kedokteran (KIK) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), sehingga pelaksanaan ini bisa diselenggarakan di kantor AIPI.
Tujuan
1. Meluncurkan Kertas Posisi hasil penelitian mengenai dampak krisis iklim terhadap kesehatan fisik dan mental petani dan nelayan di Indramayu dan Kupang.
2. Menyampaikan temuan ilmiah kepada kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan sebagai dasar penyusunan maupun penguatan kebijakan adaptasi perubahan iklim.
3. Mendiskusikan implikasi kebijakan lintas sektor kesehatan, pertanian, perikanan, ketahanan pangan, dan pembangunan daerah dari hasil penelitian.
4. Mendorong komitmen dan kolaborasi lintas sektor dalam penyusunan strategi adaptasi perubahan iklim berbasis bukti (evidence-based policy).
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis, 27 Agustus 2026
Waktu : Pukul 09.30 – 15.00 WIB
Tempat : Kantor AIPI, Gedung Perpusnas Lantai 17 (Jl. Medan Merdeka Sel. No.11, RT.11/RW.2, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat)
Penyelenggara
![]()