BJ Habibie Memorial Lecture Tahun 2026 “Etika Peradaban dalam Membangun Masa Depan Bangsa: Membaca Ulang Pemikiran Filosofis M. Natsir dan Citacita BJ. Habibie”


Latar Belakang

Indonesia sedang memasuki fase penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. Selain pembangunan ekonomi serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, keberhasilan pembangunan nasional juga sangat ditentukan oleh tegaknya supremasi hukum, kualitas demokrasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Hal ini menuntut upaya sungguh-sungguh untuk terus menjaga dan memperkuat landasan etika peradaban bangsa, agar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa berjalan seiring dengan penguatan karakter, moralitas, dan jati diri bangsa.

Pemikiran tersebut sejalan dengan warisan intelektual Prof. Dr.-Ing. B.J. Habibie, yang meyakini bahwa kemajuan bangsa selain memerlukan penguasaan Ilmu pengetahuan dan teknologi juga memerlukan institusi negara yang kuat, pemerintahan yang bersih, hukum yang adil, serta sumber daya manusia yang unggul. Sebagai ilmuwan sekaligus negarawan, Prof. Habibie senantiasa menempatkan ilmu pengetahuan sebagai landasan pengambilan kebijakan publik, dan menunjukkan bahwa Iptek, demokrasi, serta konstitusi merupakan pilar penting bagi kemajuan Indonesia.

Dalam konteks tersebut, Centre for Technology and Innovation Studies (CTIS) bekerja sama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta berbagai institusi nasional akan menyelenggarakan acara B.J. Habibie Memorial Lecture ke-5 tahun 2026, dengan tema :

Etika Peradaban dalam Membangun Masa Depan Bangsa: Membaca Ulang Pemikiran Filosofis M. Natsir dan Cita-Cita B.J. Habibie

Acara ini merupakan penghormatan atas dedikasi dan kontribusi almarhum Prof. Habibie terhadap kemajuan iptek dan pembangunan nasional, demokrasi di Indonesia, sekaligus menjadi wahana refleksi serta diskusi strategis mengenai etika peradaban bangsa, dengan menghadirkan kembali pemikiran filosofis M. Natsir tentang hubungan agama, negara, dan persatuan, serta cita-cita B.J. Habibie tentang keterpaduan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dalam Memorial Lecture ini, Bapak Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, akan hadir sebagai pembicara utama (keynote speaker). Beliau akan menguraikan pandangan strategisnya terkait etika peradaban bangsa, dengan merefleksikan pemikiran filosofis M. Natsir tentang agama, negara, dan persatuan, serta cita-cita dan keteladanan Prof. B.J. Habibie sebagai ilmuwan dan negarawan, dalam konteks pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Agenda

Sesi Waktu Deskripsi
Registrasi 08:00 – 09:00

Pendaftaran

Pembukaan 09:00 – 09:05

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya