Prof. Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Sp.DVE(K), FINSDV, FAADV. menempuh pendidikan profesi dokter, pendidikan spesialis dermatologi dan venereologi serta pendidikan doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Prof. Cita dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan kelamin pada 2018. Selain itu, Profesor yang sangat aktif mendarmabaktikan dirinya pada permasalahan kusta di Indonesia ini, juga berhasil menyelesaikan pendidikan magister manajemen rumah sakit dengan predikat lulusan terbaik pada 2023. Saat ini Prof. Cita menjadi Direktur Utama RS Dr Soetomo, Surabaya.
Konsultan Dermato-Alergo-Imunologi ini telah menghasilkan banyak buku dan hak paten. Ada setidaknya 14 buku yang telah ditulis beliau, dan sebagian besar membahas tentang kusta. Buku tersebut antara lain, Buku Ajar Kusta Implikasi Klinis dalam Penegakan Diagnosis dan Penatalaksanaan Untuk Petugas Kesehatan, Mahasiswa Kedokteran, dan Dokter Umum; Elimination of Infectious Diseases from the South-East Asia Region: Keeping the Promise; Ulkus Plantar Kronis pada Kusta Tata Laksana Terkini, dan Implikasi klinis deteksi viabilitas M. Leprae dalam praktik Dermatologi : buku referensi dermatologi berdasarkan riset dasar, riset klinis dan riset pustaka sistematik penulis. Untuk hak paten yang didapatkannya ada lebih dari 10, antara lain Komposisi Gel Amniotic Membrane Stem Cell-Conditioned Medium (AMSC-CM) dengan pada Penyembuhan Ulkus Plantar Kronis Morbus Hansen, Buku Saku Pencegahan Dermatitis Kontak Pada Pembatik, dan Program Komputer: Self-Assessment Kesiapan Rumah Sakit dalam Menghadapi Pandemi Covid-19.
Dalam jaringan ilmuwan internasional, Prof. Cita tercatat dalam sejumlah keanggotaan, seperti International League of Dermatology Societies (ILDS), American Academy of Dermatology (AAD), European Academy of Dermatology Venereology (EADV). Tak hanya itu, Prof. Cita juga dipercaya menjadi kontributor untuk WHO Leprosy Guideline Development Group dan Asia Pasific Cutaneous Lupus Erythematosus Guideline Team. Prof. Cita juga diangkat sebagai penasihat pada Zero Leprosy Research Working Group. Sejumlah penelitian dan publikasi juga aktif dilakukan oleh Prof. Cita, baik di bidang kulit dan kelamin, juga bidang penyakit tropis.
AIPI akan lebih berdampak dengan menjadikan Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa sebagai anggota Komisi Ilmu Kedokteran, dengan berbagai riset dan inovasi di bidang ilmu kedokteran kulit dan kelamin. Beliau akan berkontribusi dalam menjawab tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini dan masa depan, khususnya dalam penanganan penyakit kulit dan kelamin, serta penyakit tropis.