Prof. Dr. Charlie Danny Heatubun, S.Hut, M.Si, FLS. yang lahir pada tanggal 6 Desember 1973 merupakan seorang profesor termuda di Universitas Negeri Papua (UNIPA) saat beliau dikukuhkan sebagai guru besar pada tahun 2012. Sebelumnya beliau menyelesaikan sarjana kehutanannya di Universitas Cendrawasih (1997), lalu melanjutkan studinya di SPS Institut Pertanian Bogor (IPB) sampai berhasil mendapatkan gelar magister (2006) dan kemudian juga meraih gelar doktornya (2009). Pada tahun 2011 beliau berkesempatan melakukan penelitian di Post-Doctoral Study di Kew Herbarium, Surrey UK (2011).
Selain menjabat Profesor Fakultas Kehutanan di UNIPA, tahun 2018 beliau diangkat menjadi Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian di Provinsi Papua Barat, kemudian dipercaya menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Papua Barat. Selama kepemimpinannya beliau telah berhasil mengembangkan kerja sama riset dengan berbagai universitas di luar negeri, sehingga merupakan motor dalam menjadikan provinsi Papua Barat sebagai provinsi yang berhasil mewujudkan “Sustaianable Development”. Dalam kegiatan internasional yang diinisasi oleh Gubernur California USA, beliau juga ikut membidani kerja sama antar para Gubernur Hijau, yaitu pemimpin daerah yang mempunyai hutan sangat luas di seluruh dunia.
Sebagai ahli botani spesialisasi beliau adalah sistematika kelompok tumbuhan Arecaceae atau palma. Dari berbagai pelosok daerah di Papua puluhan spesies palma sudah berhasil diungkapkan untuk pertama kali oleh beliau dan timnya. Salah satu hasil spektakuler pada tahun 2016 adalah ditemukannya sebuah jenis palma yang baru dari Papua yang diberinya nama ilmiah Areca jokowii. Publikasi beliau memang juga sangat banyak dimuat di Science Advances, Nature Communication, Biological Conservation, Phytotaxa, dan beberapa jurnal taksonomi flora lainnya yang bereputasi international. Selain itu beliau juga menulis sejumlah book-chapters dibeberapa buku yang diedit oleh pakar-pakar international. Sejalan dengan tugas dan kepakarannya beliau terus aktif menbimbing mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan sarjana dan pascasarjana mereka di UNIPA serta juga sejemlah perguruan tinggi lain di Indonesia. Dengan sendirinya beliau sangat aktif di berbagai seminar internasional sebagai pembicara khususnya dalam bidang biologi dan konservasi flora yang ditekuninya.
Selain mendapatkan kucuran hibah pendanaan riset, beliau juga menerima penghargaan lain yang sangat prestisius. antara lain tahun 2020 berupa Adhigana Trophy (Piala Adhigana), The Best Civil Servant of Indonesia 2020 for High Leadership Officer Category (Pejabat Pimpinan Tinggi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi). Kemudian tahun 2022, mendapat Satyalancana Karyasatya XX – untuk 20 tahun pengabdian. Tahun 2023 beliau mendapat penghargaan Man of Inspiration of the Year 2023 dari International Dedication Awards and People Choice Awards (DiswayID).