Prof. Ir. Bambang Suhendro, M.Sc., Ph.D. lahir di Kudus, 26 Desember 1956. Beliau adalah Guru Besar tetap (Pembina Utama, IV/e) di Departemen Teknik Sipil & Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, sejak 1980. Gelar doktor (Ph.D.) diraihnya pada tahun 1989 bidang Structural Engineering, Department of Civil & Environmental Engineering, Michigan State University, Michigan, USA. Beliau juga menempuh Postdoc dalam bidang Smart Materials & Smart Structures dari Intelligent & Smart Material Laboratory, Michigan, USA, 1996.
Beliau ahli dalam bidang Analisis Struktur, Nonlinear Finite Element Method, Structural Dynamics & Earthquake Engineering, dan Structural Health Monitoring System. Minat penelitian beliau juga mencakup bidang Forensic Engineering, assessment, repair, strengthening dan retrofit bangunan eksisting. Beliau diangkat sebagai Profesor pada usia 45 tahun, yang saat itu (di tahun 2002) merupakan Guru Besar termuda di Fakultas Teknik UGM.
Beliau adalah salah satu akademisi terkemuka dalam bidang Structural Engineering di Indonesia dan aktif menulis buku serta makalah publikasi baik di jurnal nasional maupun jurnal internasional. Terdapat 4 buku teks ber ISBN (Analisis Struktur Metode Matrix, Analisis Struktur Metode Elemen Hingga, Mekanika Kontinum, dan Teori Model Struktur & Teknik Eksperimental) yang menjadi rujukan mahasiswa Teknik Sipil maupun para praktisi industri konstruksi di Indonesia. Lebih dari 88 makalah terpublikasi pada Jurnal Internasional (40 diantaranya terindex Scopus), dan lebih dari 250 makalah terpublikasi pada jurnal/prosiding seminar Nasional. Beliau juga pemegang 2 hak Paten Saintifik yang banyak membantu para insinyur menyelesaikan permasalahan konstruksi di lapangan (Sistem Perkerasan Cakar Ayam Modifikasi, ID P0029758, 2011, dan Alat Ukur Gaya Kabel Jembatan, ID P00201802759, 2024). Sebagai Guru Besar beliau telah membimbing sampai lulus 20 Doktor (8 sebagai promotor dan 12 sebagai ko- promotor), dan lebih dari 80 Master Teknik Sipil. Berdasarkan database SINTA, beliau memiliki GS H-index = 18, Scopus H-index = 7 serta Sinta score total 1418.
Di kampus, Prof. Bambang Suhendro pernah menjabat sebagai Ketua Senat Fakultas Teknik UGM (2005-2010), Ketua Program Pasca Sarjana FT UGM (2000-2005), Ketua Departemen Teknik Sipil & Lingkungan (2010-2015), dan Ketua Laboratorium Struktur DTSL FT UGM (1995-2000). Prof. Bambang Suhendro aktif berkolaborasi dengan Universitas ternama di Luar Negeri. Beliau bertindak sebagai Chair of Organizing Committee penyelenggaraan International Conference bidang “Sustainable Civil Engineering Structures and Construction Materials” (SCESCM) terselenggara setiap 2 tahun sekali bersama Prof. H. S. Muller (Karlsruhe Institute of Technology, Germany) dan Prof. Ueda Temon (Hokkaido University, Japan), telah sukses terselenggara pada tahun 2012 & 2014 di Yogyakarta, 2016 di Bali, 2018 di Yogyakarta, dan 2020 di Kuching, Malaysia). Tahun 2022 beliau sukses menyelenggarakan International Conference on Earthquake Engineering and Disaster Mitigation (ICEEDM) di Yogyakarta yang diikuti oleh 9 negara (USA, Canada, Germany, Japan, Korea, Taiwan, China, Malaysia, Indonesia). Beliau menjadi keynote speaker dalam semua event tersebut dan semua Prosiding konferensi terpublikasi pada taraf internasional terindex Scopus.
Dalam perjalanan karirnya beliau juga banyak mendapatkan berbagai penghargaan Nasional, antara lain: “Tim Pakar Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu” dari Menteri PU (2009), ’’Tim Investigasi Runtuhnya Jembatan Kutai Kerta Negara’’ dari Menteri PU (2011), “Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia 2014” dari Menteri PU (2014), “Penghargaan Karya Inovatif Indonesia 2014” dari HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan dan Jembatan Indonesia), dan Penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 th dari Presiden RI (2012). Dalam dunia Industri Konstruksi Nasional Indonesia, beliau merupakan rekayasawan terkemuka Indonesia yang telah banyak menghasilkan karya nyata yang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas (https://id.wikipedia.org/wiki/Bambang_Suhendro). Beliau telah berkontribusi besar dalam 2 inovasi orisinil insinyur Indonesia yang diakui dunia, yaitu sistem Cakar Ayam dan sistem Landasan Putar Sosrobahu. Beliau telah mengembangkan, melengkapi dan menyempur-nakan rumus sistem Cakar Ayam temuan orisinil Prof Sediyatmo (1980) menjadi sistem perkerasan Cakar Ayam Modifikasi (1990-sekarang), yang aplikasinya menjadi jauh lebih luas, lebih handal, dan desain menjadi lebih optimal diaplikasikan di seluruh tanah lunak di Indonesia dan di Luar Negeri. Beliau juga mengembangkan dan melengkapi rumus sistem Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) Sosrobahu sebagai pembimbing disertasi doktor penemunya (Ir. Tjokorda Raka Sukawati, 1996), sehingga sistem dapat disempurnakan, dan dengan rumus yang lebih akurat desain menjadi lebih handal dan optimal sehingga sistem ini selain banyak digunakan di Indonesia juga banyak digunakan di Luar Negeri (Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura). Kedua inovasi orisinil tersebut (Cakar Ayam dan Sosrobahu) merupakan teknologi asli Indonesia yang diakui dunia dan berhasil di export ke LN.
Sebagai Tim Pakar Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu yang ditunjuk langsung oleh Menteri PU (2003 s/d 2009), beliau aktif secara regular berkontribusi dalam Pembangunan Jembatan Terpanjang di Indonesia (5,4 km) yang melintasi Selat Madura. Beliau juga sebagai pencetus ide dan pemrakarsa pertama di Indonesia terkait implementasi Structural Health Monitoring System (SHMS) di Jembatan Panjang Indonesia, yang diawali di Jembatan Suramadu (2010). Pada tahap berikutnya, secara bertahap SHMS telah diimplementasikan di Jembatan Bentang Panjang Indonesia lain sesuai prioritas (antara lain: Jembatan Merah Putih Ambon, 2016; Jembatan Soekarno Manado, 2018; Jembatan Musi 4 Extrados, Palembang, 2019; Elevated Toll Road Pettarani Makassar, 2021, dan Jembatan Fisabilillah Batam, 2023). Beliau juga sebagai pemrakarsa Metode Uji Beban pada Jembatan Bentang Panjang, yang sampai saat ini metode tersebut wajib diimplementasikan dalam uji laik fungsi Jembatan Panjang di Indonesia.
Beliau juga sangat aktif dalam penyusunan berbagai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dibutuhkan dunia Industri Konstruksi Nasional, khususnya yang terkait dengan kegempaan (SNI 1726, 2019), konstruksi beton (SNI 2847, 2019) dan pemanfaatan material fiber reinforced polymer (FRP) pada konstruksi (SNI 8970, 2021) dan RSNI Evaluasi dan Rehabilitasi Seismik Bangunan Eksisting, 2023 (ASCE 41-17). Belaiu adalah pemegang Sertifikat Kompetensi Ahli (SKA): (1) Teknik Bangunan Gedung Utama, No. Reg. F 2176 00226 2023 0109847 S1 01 Level 9 (BSN); (2) Insinyur Profesional Utama (IPU), 2021 (PII); (3) Penilai Ahli Kegagalan Bangunan, No. Reg. 21340065, 2021 (LPJK).
Karena kepakarannya, beliau juga ditunjuk langsung oleh Menteri PUPR sebagai satusatunya Ahli Struktur di Komite Keandalan Bangunan Gedung (KKBG) Kementerian PUPR (2022~sekarang), yang bertugas membantu Menteri mengevaluasi/mereview/memverifikasi Detailed Engineering Design (DED) semua bangunan gedung negara bertingkat ≥ 8 lantai diseluruh Indonesia, termasuk gedung-gedung sangat vital di IKN (Istana Presiden dan Istana Garuda) dan gedung-gedung negara yang lain di IKN. Beliau juga ditunjuk oleh Menteri PUPR sebagai Ahli Struktur & Ahli Structural Health Monitoring System di Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR (2015~sekarang), yang bertugas membantu Menteri mengevaluasi/mereview/ memverifikasi Detailed Engineering Design (DED) semua Jembatan Bentang Panjang di seluruh Indonesia, dan juga sebagai Ahli Struktur di Komite Keselamatan Konstruksi (K2K) Kementerian PUPR (2018~sekarang) yang bertugas mengevaluasi/mereview/memverifikasi Metode Konstruksi pelaksanaan pemba-ngunan Jembatan Bentang Panjang dan bangunan gedung negara bertingkat ≥ 8 lantai di seluruh Indonesia, agar mencapai zero accident selama masa konstruksi.
Sebagai Penilai Ahli Kegagalan Bangunan, telah ditunjuk oleh Menteri PUPR melaksanakan tugas sebagi Ketua Tim Investigasi: (a) runtuhnya jembatan gantung bentang 120 m di Pacitan, 2019, (b) Runtuhnya jembatan di Kalimantan Selatan, 2018, dan (c) runtuhnya Gedung di Banjarmasin, 2022.
Dalam Organisasi Profesi, beliau pernah menjabat sebagai Ketua Komda DIY-Jawa Tengah Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), dan Ketua Komda DIY-Jawa Tengah Asosiasi Ahli Rekayasa Gempa Indonesia (AARGI).