Indonesia berada pada fase penentuan dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, dengan transformasi ekonomi yang menuntut inovasi, produktivitas, dan pemanfaatan teknologi secara sistemik. Bangsa kita masih menghadapi tantangan mendasar dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional. Investasi riset yang baru mencapai 0,28% PDB (World Bank, 2025), peringkat inovasi global yang masih berada pada posisi 75 (WIPO, 2022), dan stagnasi produktivitas manufaktur selama satu dekade terakhir menunjukkan perlunya akselerasi sistemik dalam transformasi digital dan ekonomi berbasis pengetahuan. Dalam situasi seperti ini, UMKM dan kewirausahaan digital - yang kini menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi - menyumbang lebih dari 60% PDB dan 97% lapangan kerja nasional. Namun,
Indonesia berada pada fase penentuan dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, dengan transformasi ekonomi yang menuntut inovasi, produktivitas, dan pemanfaatan teknologi secara sistemik.
Bangsa kita masih menghadapi tantangan mendasar dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional. Investasi riset yang baru mencapai 0,28% PDB (World Bank, 2025), peringkat inovasi global yang masih berada pada posisi 75 (WIPO, 2022), dan stagnasi produktivitas manufaktur selama satu dekade terakhir menunjukkan perlunya akselerasi sistemik dalam transformasi digital dan ekonomi berbasis pengetahuan.
Dalam situasi seperti ini, UMKM dan kewirausahaan digital - yang kini menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi - menyumbang lebih dari 60% PDB dan 97% lapangan kerja nasional. Namun, banyak pelaku UMKM masih tertinggal dari aspek digitalisasi, adopsi teknologi, literasi keuangan digital, dan akses ke pasar inovatif.
Dengan mendasarkan pada konteks tersebut dan untuk membedah masalah serta mencari solusinya, Komisi Ilmu Sosial – Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIS-AIPI) bekerjasama dengan Badan Keahlian (BK) DPR-RI, menghadirkan Webinar IV bertema “Entrepreneurship, Transformasi Digital, dan Pengembangan UMKM”, yang akan dihelat Senin, 08 Desember 2025, pukul 13.00 – 16.00 WIB secara daring.