Opini Anggota AIPI

Dehumanisasi Pendidikan Kedokteran, Satryo Soemantri Brodjonegoro

16 February 2015

... oleh Anggota AIPI

Otonomi Energi, Rosari Saleh

16 February 2015

... oleh Anggota AIPI

Ke Mana Sang Pendidik, Satryo Soemantri Brodjonegoro
16 February 2015

Artikel ini pertama kali diterbikan di harian Kompas

Suatu kesalahan fatal telah dilakukan sebuah perguruan tinggi negeri seperti diberitakan di harian ini tanggal 31 Agustus 2013 pada halaman 12. Perguruan tinggi negeri tersebut, Universitas Sam Ratulangi, melarang pembuatan naskah akademik S-1 dan S-2 menggunakan komputer dan mewajibkan para mahasiswa menulis tangan. 

Alasan yang digunakan adalah untuk mencegah terjadinya plagiarisme karen ... oleh Satryo S. Brodjonegoro

Bongkar Pendidikan Tinggi Kita
31 October 2018

Artikel ini pertama kali diterbikan di harian Kompas

Tulisan Hendra Gunawan (Kompas, 19/8) sangat menarik dan patut disimak semua insan yang terlibat dalam kegiatan pendidikan tinggi. Hendra mengupas fakta kerdilnya perguruan tinggi (PT) kita dibandingkan dengan PT di negara jiran sekalipun; jangan dulu dibandingkan dengan PT di negara maju. Rayap-rayap kecil di bawah tanah yang sulit terlihat telah menggerogoti akar PT kita sehingga sulit tumbuh meski sudah dirawat dengan perhati ... oleh Terry Mart

Marginalisasi Perguruan Tinggi, Satryo Soemantri Brodjonegoro

16 February 2015

Artikel ini pertama kali diterbikan di harian Kompas

Sampai detik ini, pemahaman publik tentang fungsi perguruan tinggi ternyata belum utuh dan masih salah kaprah. Kesalahan fatal ialah penempatan perguruan tinggi negeri sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sementara perlakuan terhadap perguruan tinggi swasta sebagai unit usaha dari yayasan atau badan wakaf. 

Dengan kedudukan seperti itu, perguruan tinggi nege ... oleh Satryo S. Brodjonegoro

Dejawatanisasi Pendidikan, Satryo Soemantri Brodjonegoro

16 February 2015

Artikel ini pertama kali diterbikan di harian Kompas

Ketertinggalan pendidikan kita bila dibandingkan dengan negara lain bukan karena pendidikan kita tidak mengalami kemajuan, tetapi lebih karena negara lain mengalami kemajuan yang jauh lebih pesat daripada kita

Pesatnya perkembangan pendidikan di negara lain terjadi karena suburnya iklim berkreasi dalam bidang pendidikan. Baik guru-murid maupun dosen-mahasiswa mempunyai daya kreativitas yang tin ... oleh Satryo S. Brodjonegoro

Solusi Keuangan Pendidikan dan Riset, Satryo Soemantri Brodjonegoro

16 February 2015

Artikel ini pertama kali diterbikan di harian Kompas

Solusi Keuangan Pendidikan dan Riset Pemberitaan di media akhir-akhir ini selalu menggambarkan mutu pendidikan dan riset yang rendah di Indonesia. 

Hasil pemeringkatan berbagai lembaga internasional selalu menunjukkan peringkat perguruan tinggi Indonesia jauh Jebih rendah daripada negara tetangga di ASEAN, apalagi negara maju di Eropa, Asia, dan Amerika Serikat. Hasil survei internasional, ... oleh Satryo S. Brodjonegoro

Kriteria Pemimpin Amanah, Satryo Soemantri Brodjonegoro

16 February 2015

Artikel ini pertama kali diterbikan di harian Kompas

Dalam waktu dekat akan ada sejumlah perguruan tinggi yang menjalani proses pemilihan atau pencarian pemimpinnya, rektor atau direktur, karena masa baktinya telah berakhir.

Tampaknya terjadi kegamangan, baik di kalangan pemerintah maupun perguruan tinggi, mengenai tata cara pemilihan atau pencarian dan mengenai kriteria calon. Setiap pihak berusaha menyajikan konsep atau perangkat yang nyaman un ... oleh Satryo S. Brodjonegoro

Pelecehan Budaya di Perkotaan, Eko Budihardjo

16 February 2015

Artikel ini pertama kali diterbikan di harian Kompas

Kasus ‘pelecehan budaya’ terhadap bangunan bersejarah nyaris terjadi di Kota Solo yang notabene merupakan kota bersejarah. Terkisah, seorang pengusaha besar berencana membangun mal dan hotel bertingkat 13 di dalam Benteng Vastenburg. Padahal, semua orang tahu, benteng itu merupakan jati diri sejarah Kota Solo. 

Keberadaan benteng yang dibangun Belanda tahun 1745 itu memberi Eko Budihardjo

Polisi Visual, Eko Budihardjo

31 October 2018

Artikel ini pertama kali diterbikan di harian Kompas

Saat ini di berbagai pelosok kota di Indonesia bertaburan spanduk, poster, dan baliho yang menyuguhkan tampang para tokoh yang siap bertarung dalam ajang pemilu atau pilkada.

Saya melihatnya sebagai polusi visual karena sungguh amat mencemari keindahan kota. Apalagi jika kita baca slogan, janji, dan pesan-pesan terselubung yang ditulis di bawahnya.

Ada ... oleh Eko Budihardjo

Hak Cipta © 2014 - 2017 AIPI. Dilindungi Undang-Undang.