Berita

news_pic

AIPI, DIPI, ALMI Diharapkan Beri Masukan untuk Dana Abadi Pendidikan dan Penelitian

Jakarta (BERITA AIPI) - Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia bersama Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia diharapkan dapat memberi masukan dalam mengembangkan konsep sovereign wealth fund. Permintaan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, ketika menghadiri Joint Announcement and Awarding Ceremony DIPI-Newton Fund pada 11 Januari 2018 lalu.

Penguatan konsep dana abadi untuk pendidikan dan penelitian yang sedang digarap oleh Kementerian Keuangan tersebut bertujuan memperbaiki ekosistem ilmu pengetahuan di Indonesia. Masukan dari AIPI, DIPI, dan ALMI diperlukan untuk menentukan fokus area penelitian serta tata kelola pendanaan yang baik. “Kami perlu mendapat pemahaman untuk mengambil keputusan tentang pendanaan penelitian dasar maupun penelitian hilir,” ujar Menteri Sri Mulyani.  Pasalnya, anggaran negara selalu bersifat terbatas sehingga pemerintah perlu menentukan prioritas pendanaan.

Ia berharap penelitian dasar maupun hilir yang didanai negara berkaitan dengan comparative advantage yang dimiliki Indonesia. “Kita sangat kaya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Jadi bidang penelitian maupun bidang beasiswa yang akan kita terus dukung tentu bidang yang mendorong Indonesia memanfaatkan potensinya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, AIPI dan ALMI telah memberikan beberapa masukan terkait bidang-bidang penelitian yang berkaitan dengan potensi Indonesia. Laut dalam, nutrisi dan pangan, serta biodiversitas masuk dalam beberapa area ilmu pengetahuan yang amat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Masukan tersebut merujuk pada area ilmu pengetahuan yang dijabarkan dalam buku SAINS45 dan telah diadopsi menjadi delapan fokus area pendanaan penelitian DIPI. 

 

Pembuat Artikel: Anggrita D. Cahyaningtyas