Berita

news_pic

70 Ilmuwan Diskusikan Masa Depan Sains di Ambon

Ambon, 18 Juli 2017-Sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di Indonesia, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia bekerja sama dengan US National Academy of Sciences setiap tahun menyelenggarakanPada 2017, KFoS diselenggarakan di Ambon pada 17-21 Juli 2017.

 

Selama sepekan, Pada tahun ini, KFoS mengangkat berbagai tema multidisiplin, yaitu:

  1. Exploring Marine Environment: from coral reefs to the deep sea
  2. Emerging Energy Technologies
  3. Earth’s Climate System
  4. Neuroplasticity
  5. Why and How Populism and Identity Politics Re-emerge in the Current Globalized World?
  6. Human Behavior and Cybersecurity

 

“Topik-topik ini dipilih untuk merepresentasikan berbagai bidang keilmuan yang relevan dengan tantangan yang dihadapi manusia, tanpa mengenal batas-batas negara,” ujar Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof. Sangkot Marzuki. Ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat di berbagai belahan dunia. Oleh sebab itu, diskusi antara ilmuwan Indonesia dengan ilmuwan dari negara lain amat penting dilakukan sebagai sarana bertukar pemikiran dan pengalaman. Hal ini akan memperkaya khasanah para ilmuwan dalam mengembangkan   ilmu pengetahuan di bidang keahlian mereka dan menjembatani kerja sama lintas disiplin, yang amat penting dalam memecahkan berbagai tantangan yang kita hadapi.

Pada penyelenggaraan KFoS 2017, para peserta juga dibawa menyusuri sejarah Ambon dan Maluku, yang tak hanya kaya akan rempah dan hasil pertanian, tetapi juga menghasilkan perkembangan penting di bidang ilmu pengetahuan. Salah satu tokoh yang diangkat dalam KFoS 2017 adalah Georg Eberhard Rumphius, seorang ahli botani asal Jerman yang mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari kekayaan flora di Ambon pada Abad ke-17. Karyanya, Herbarium Amboinense, yang terdiri dari 6 volume, berisi katalog kumpulan tanaman yang ia temukan di Pulau Ambon.

 

Tentang Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI)

Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) didirikan pada tahun 1990 di bawah Undang-undang Republik Indonesia No. 8/1990 tentang Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Akademi ini dibentuk sebagai badan independen untuk memberikan pendapat, saran, dan nasihat kepada pemerintah dan masyarakat pada akuisisi, pengembangan, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. AIPI terbagi dalam lima komisi yaitu Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar, Komisi Ilmu Kedokteran, Komisi Ilmu Rekayasa, Komisi Ilmu Sosial, dan Komisi Kebudayaan. AIPI berupaya mempromosikan ilmu pengetahuan melalui berbagai aktivitas seperti konferensi ilmiah dan forum diskusi kebijakan, publikasi, serta pengembangan hubungan nasional dan internasional.

 

Pembuat Artikel : Anggrita Cahyaningtyas