Berita

news_pic

AIPI Serahkan Rekomendasi untuk Pengembangan Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

Jakarta, (BERITA AIPI) - Di abad ke-21, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam bidang ekonomi, sosio-demografi, dan tata-pemerintahan, tapi sekaligus punya peluang besar untuk menjadi salah satu ekonomi besar dunia jika mampu mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi. Mampukah Indonesia mentransformasi dirinya dari negara berpendapatan menengah papan bawah menjadi negara maju berpendapatan tinggi menuju 100 tahun kemerdekaannya? Dapatkah Indonesia memanfaatkan bonus demografi dengan menyediakan pendidikan yang tepat serta lapangan kerja yang mampu menghasilkan kesejahteraan bagi seluruh bangsa? Apakah Indonesia sudah berada di jalan yang tepat dalam menciptakan kemampuan sains, teknologi, dan pendidikan tinggi guna membangun ekonomi nasional berbasis peningkatan total factor productivity?

Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, AIPI menyambut permintaan Menteri Ristek, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, untuk mengkaji kebijakan tentang pengembangan sains, teknologi, dan pendidikan tinggi di Indonesia menuju 2045 dalam dua buku berjudul:

  1. Buku Putih Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia 2045
  2. Era Disrupsi: Peluang dan Tantangan Pendidikan Tinggi Indonesia

Kedua buku tersebut diluncurkan pada Jumat, 12 Mei 2017 dan diserahkan kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. “Kami berharap rekomendasi yang kami berikan dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan bagi pengembangan sains, teknologi, dan pendidikan Indonesia agar Indonesia semakin maju,” ujar Ketua AIPI, Sangkot Marzuki.

Buku Putih Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia 2045 adalah masukan kepada pemerintah untuk mendukung penyusunan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2015-2019 dan periode selanjutnya sampai 2045 yang sedang difinalisasi oleh Kementerian Ristekdikti. Buku ini diharapkan dapat memberikan arahan jangka panjang bagi penyusunan RIRN selama 3 dekade ke depan, yang selalu akan dievaluasi dan disempurnakan, sesuai dengan tuntutan perubahan zaman serta tantangan yang dihadapi Indonesia.

Sementara itu, buku Era Disrupsi: Peluang dan Tantangan Pendidikan Tinggi Indonesia yang disusun oleh Komisi Ilmu Sosial AIPI memberikan rekomendasi untuk menghadapi dampak perubahan ilmu pengetahuan pada pendidikan tinggi Indonesia. Buku tersebut mengupas lebih dalam tantangan yang dihadapi untuk mengembangkan pendidikan tinggi di Indonesia, dengan menganalisa berbagai aspek kelembagaan dan komponen pendidikan tinggi, termasuk peran perguruan tinggi; disiplinaritas; pengajaran dan kurikulum; penelitian; serta kaitannya dengan mahasiswa, sumber daya manusia, serta keuangan dan pendanaan.

Kedua buku tersebut disusun atas dukungan dari Knowledge Sector Intiative (KSI), sebuah kerja sama antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia untuk mendorong pemanfaatan pengetahuan dalam penyusunan kebijakan.

<download here> Executive Summary Final

 

Pembuat Artikel : Anggrita Cahyaningtyas