Pandangan

no image

Policy Brief No. 03, Mei 2020: Kebijakan Nasional Terintegrasi Menuju Bangsa Tangguh Bencana Gempa di Indonesia

Oleh : AIPI & Rekan
Unduh PDF


Pesan Utama
• Penguatan dan pemahaman yang lebih mendalam di bidang sains dan rekayasa kegempaan sangat diperlukan untuk membantu upaya mitigasi bencana kegempaan di Indonesia dan melindungi segenap bangsa Indonesia dari risiko bencana gempa. Upaya ini bersifat multidisiplin dan transdisiplin, mulai dari geosains, ilmu rekayasa sampai ilmu sosial humaniora dan ilmu medis.

• Sinergi para pakar dan pemangku kepentingan lintas instansi dan bidang menjadi tantangan tersendiri, baik dari segi masalah pendanaan, belum adanya kebijakan yang holistik dan juga belum adanya wadah besar yang mensinergikan para pakar tersebut.

• Keberadaan wadah berskala nasional untuk mengakomodir para pakar dengan berbagai bidang keilmuan yang terkait kegempaan di Indonesia sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi upaya mitigasi gempa di Indonesia seperti yang telah dilakukan oleh berbagai negara maju yang berada di wilayah aktif gempa dengan wadah yang bersifat independen dengan program yang terintegrasi dan berkelanjutan serta pendanaan untuk penelitian yang lebih fleksibel dan memadai.

• Keberhasilan penerbitan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 [1] dan SNI 1726-2019 [2] untuk infrastruktur bangunan tahan gempa yang dibuat oleh para pakar dari berbagai bidang sains dan rekayasa kegempaan di bawah koordinasi Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) merupakan salah satu bukti keberhasilan para pakar yang bekerja dalam satu wadah.

• Dengan mempertimbangkan bahwa upaya pengurangan risiko bencana adalah investasi negara dan bangsa untuk menyelamatkan jiwa dan kerugian ekonomi [3], maka model PuSGeN perlu dikembangkan dari model ad-hoc menjadi suatu wadah independen yang berskala nasional dan didukung oleh pemerintah.

Hak Cipta © 2014 - 2017 AIPI. Dilindungi Undang-Undang.