DISKUSI PUBLIK SERI 1: Meninjau Ulang Demokrasi Indonesia Era Reformasi

27 March 2024

Perkembangan demokrasi Indonesia era reformasi, setelah berjalan dua puluh lima tahun, dinilai mengalami kemunduran. Karena itu perlu ditinjau ulang. Kemunduran demokrasi itu secara kasat mata telah terjadi dan memuncak pada seputar Pemilu 2024. Persoalan dan kekisruan timbul tidak saja pada saat persiapan Pemilu, namun hingga proses pengumunan pemenang. Kini pun masih digelayuti dengan berbagai gugatan ke MK oleh berbagai pihak. Gejala degenerative dalam gerak maju demokrasi kita menjadi nyata adanya.

Para pemerhati Indonesia menengarai terdapat jurang pemisah yang semakin menganga antara ideal-ideal demokrasi yang dikehendaki dasar filosofi Indonesia - Pancasila yang dirumuskan oleh para pendiri (founding fathers) bangsa - dengan kenyataan demokrasi yang dikembangkan. Demokrasi yang diidealisasikan Pancasila adalah demokrasi permusyawaratan dengan cita kerakyatan, cita deliberatif (dalam kesederajatan), cita hikmat-kebijaksanaan dan cita keadilan sebagai wahana penguatan negara persatuan (yang mengatasi paham perseorangan dan golongan) dan negara kesejahteraan (yang berorientasi keadilan sosial). Dalam kenyataannya, cita demokrasi seperti itu terdistorsikan dan terlumpuhkan.  

Untuk mengurai dan mencari solusi persoalan ini, Komisi Kebudayaan, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) akan menyelenggarakan Diskusi Publik yang digelar secara daring pada hari Rabu, 27 Maret 2024 pukul 14.00-16.30 WIB. Narasumber kompeten akan dihadirkan yaitu: 1) Irine Hiraswari, Ph.D. dari BRIN: 2) Manuel Kaisiepo dari Aliansi Kebangsaan, dan Prof. Sofian Efendi dari Anggota Komisi Ilmu Sosial AIPI. Bertindak sebagai moderator adalah Yudi Latif, Ph.D. Anggota Komisi Kebudayaan, AIPI; dan acara Diskusi Publik Daring dibuka Prof. Daniel Murdiyarso – Ketua AIPI.


Hak Cipta © 2014 - 2024 AIPI. Dilindungi Undang-Undang