DIALOG PUBLIK: Dialog Karbon Biru: "Dari Kebijakan Berbasis Sains Menuju Implementasi ", 20 Februari 2024.

20 February 2024

Latar Belakang

Ekosistem karbon biru seperti hutan mangrove, padang lamun, dan rawa payau merupakan ekosistem pesisir yang mampu menyerap dan menyiman karbon dalam jumlah besar. Bebeberapa kali lipat dibandingkan dengan hutan terestrial. Oleh karenanya, ekosistem ini telah menarik perhatian dunia dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Indonesia sebagai pemilik sekitar 17% cadangan karbon biru global berpeluang besar dalam melakukan perdagangan karbon internasional yang bersumber dari ekosistem pesisir.

Dalam rangka melaksanakan Perjanjian Paris, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dituangkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Untuk mencapainya target penurunan emisi, diterbitkan Perpres No. 98/2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang kemudian diterjemahkan dalam Permen KLHK No.21/2022 berupa Petunjuk Teknis tentang Skema Sertifikat Pengurangan Emisi Indonesia (SPEI). Selanjutnya pemerintah Indonesia juga telah meluncurkan Bursa Karbon Indonesia (Indonesia Carbon Exchange; IDX Carbon) untuk memperdagangkan kredit karbon berbasis pasar dan mempercepat penurunan emisi karbon dan mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih awal.

Sebagai negara pemilik mangrove terluas di dunia, berbagai pihak termasuk kalangan swasta, pelaku bisnis dan masyarakat pesisir berminat mengambil bagian dalam kesempatan ini. Namun demikian mereka belum memahami secara pasti bagaimana SPEI, NEK dan IDX Carbon dioperasionalkan agar mereka bisa berpartisipasi penuh dalam proyek karbon biru.

Oleh karena itu Tim Transformative Partnership Platform: Blue Carbon Deck CIFOR-ICRAF bekerjasama dengan pemerintah (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan), akademisi (IPB University dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, AIPI), dan organisasi non-pemerintah (Indonesian Mangrove Society, IMS) merancang sebuah dialog terbuka sebagai sarana pembelajaran bersama. Tantangan yang dihadapi dalam implementasi topik yang baru ini akan membuka peluang yang besar ketika kemitraan multipihak kita dahulukan.

Tujuan

Dialog ini dirancang untuk mencapai tujuan berikut:

• Mensosialisasikan kehadiran Blue Carbon Deck agar platform ini dapat digunakan sebagai sarana bekerjasama dan berbagi pengalaman yang terkait dengan pengelolaan ekosistem karbon biru

• Memahami mekanisme pengembangan proyek karbon biru dengan memperhatikan kebijakan, kerangka peraturan, dan metodologi secara benar

• Mengetahui peluang investasi dan bisnis dalam mekanisme perdagangan kredit karbon biru di Indonesia dengan tetap memperhatikan komitmen dan agenda nasional

 

Rekaman Video (Klik link untuk melihat video)

• Sesi Pembukaan - Daniel Murdiyarso (Ketua AIPI)

 

• Sesi Pembukaan - Arif Satria (Rektor Universitas IPB)

 

• Sesi Pembukaan - Harkristuti Harkrisnowo (Wakil Ketua AIPI)

 

• Sesi Pembukaan - Robert Nasi (Direktur Jenderal CIFOR/COO CIFOR-ICRA)

 

• Sesi Pembukaan - Alue Dohong (Wakil Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK))

 

• Sesi 1: Kebijakan (Diskusi Panel)

 

• Sesi 2: Sains (Presentasi)

 

• Sesi 3a: Kelembagaan dan aspek sosial

 

• Sesi 3b: Ekonomi, Investasi dan Bisnis

 

• Rangkuman dan Peta Jalan ke Depan

 

 


Hak Cipta © 2014 - 2024 AIPI. Dilindungi Undang-Undang