SEMINAR NASIONAL: TANTANGAN DAN KESIAPAN MASYARAKAT INDONESIA MENGHADAPI TRANSFORMASI TEKNOLOGI

01 November 2022 | 301 hits
SEMNAS_03112022.jpg

 

Siaran Pers AIPI

Jakarta, 31 Oktober 2022. Perkembangan teknologi yang semakin pesat dewasa ini, telah mempengaruhi dan menyebabkan perubahan mendasar pada seluruh tatanan kehidupan masyarakat. Kondisi ini dikenal dengan Era Disrupsi Teknologi, yang mau tidak mau harus dihadapai, dimanfaatkan dan disiasati untuk memitigasi pengaruh negatifnya.

Perkembangan sistem teknologi digital pun sangat masif dan mencolok di kehidupan kita dewasa ini. Teknologi digital dan robotik mulai menggantikan dan menggusur peran tenaga kerja manusia. Teknologi digital dan robotik mulai merambah dan dimanfaatkan di dunia industri, yang dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi, ketangguhan dan keberlanjutan produksi yang nyaris nir kesalahan dan kecacatan  produksi. Demikianlah Era Revolusi Industri 4.0 ini dimulai, pada gilirannya mendorong munculnya Cyber Physical System, terjadinya kolaborasi unsur teknologi internet dan teknologi otomatisasi.

Revolusi Industri 4.0 ini ditengarai dengan adanya 9 pilar unsur pemanfaatan sebagai karakteristiknya meliputi: Internet of Things, Big Data, Argumented Reality, Cyber Security, Artificial Intelligence, Additive Manufacturing (3D printing), Simulation, System Integration dan Cloud Computing.

Kesadaran akan kecenderungan dan kekhawatiran tenaga manusia akan tersingkirkan oleh dampak negatif Revolusi Industri 4.0 – yang menyebabkan manusia akan cenderung tergeser dan akan digantikan oleh robot - akhirnya mendorong kesadaran para pemikir, bahwa segala perkembangan teknologi itu pada hakekatnya, semestinya, menjadikan manusia menjadi pusat perhatiannya, sehingga  memunculkan Super Smart Society 5.0 (Society 5.0). 

Dalam Society 5.0, diharapkan manusia dapat berkolaborasi dengan teknologi untuk mengatasi permasalahan dalam kehidupan. Kolaborasi yang dimaksudkan diwujudkan agar teknologi digunakan untuk pendukung bukan sebagai pelaku utama, dan tetap meletakkan pusatnya manusia sebagai pelaku utamanya. Society 5.0 menggunakan big data yang dianalisa untuk menghasilkan solusi teknologi yg mendukung berbagai bidang kehidupan.

Dengan demikian, kekhawatiran disrupsi teknologi sudah tidak relevan lagi. Seharusnya inovasi teknologi menjadi solusi buat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Inovasi teknologi yang dihasilkan akan menjadi tantangan tersendiri bagi manusia untuk bisa lebih kreatif dalam menciptakan solusi teknologi yang dapat digunakan dalam mendukung kehidupan manusia itu sendiri. Namun demikian memang diperlukan aspek pendukung yang tetap harus dijaga keberadaannya - seperti nilai-nilai budaya dan kemanusian - sehingga transformasi teknologi terjadi sepenuhnya untuk kemanfaatan manusianya bukan untuk menghilangkan peran dan fungsinya.

Kondisi inilah yang mendorong Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) – sebagai wadah ilmuwan yang bersifat mandiri dan bukan merupakan badan pemerintah – yang bekerja sama dengan Universitas Kristen Maranatha, Bandung, mengadakan Seminar Hibrida (luring dan daring)  untuk memperoleh pandangan dan masukan para akademisi, dosen, mahasiswa, pegiat iptek dan praktisi mengenai alternatif solusi atas masalah Disrupsi Teknologi yang kita hadapi, agar masyarakat mampu mengidentifikasi tatantangannya dan siap menghadapi transformasi teknologi yang terjadi.

Seminar Hibrida ini akan dihelat pada Kamis, 3 November 2022, pukul 08.30-12.00 WIB, di Gedung B Lantai 2 Ruanga Auditorium Universitas Kristen Maranatha, Jl. Prof. drg. Surya Sumantri, No. 65, Bandung, atau melalui aplikasi Aplikasi Zoom Meeting dengan tautan https://gg.gg/12j8fx; Meeting ID: 858 132 1255 dan Passcode: SEMNAS. Pendaftaran Seminar Hibrida ini dapat dilakukan melalui tautan https://s.id/registrasi_semnas. Seminar Hibrida ini terbuka untuk umum, para akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, mahasiswa dan pemangku kepentingan lainnya. Peserta Seminar Hibrida dapat memperoleh e-Certificate secara Cuma-cuma.  

Seminar Hibidra ini dikemas dalam tiga Sesi.  Diawali dengan Sesi Pertama berupa Sambutan Selamat Datang akan disampaikan oleh Prof. Dr. Sri Widiyantoro, Rekrot Universitas Kristen Maranatha, dan dilanjutkan dengan Sambutan dan Pembukaan oleh Prof. Dr.  Satryo Soemantri Brodjonegoro, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dilanjutkan dengan Sesi Kedua, berupa Pembicara Kunci (Keynote Speaker) oleh Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro, dan Sesi Ketiga berupa Paparan Materi Diskusi. Selanjutnya Seminar Hibrida ini akan ditutup oleh Prof. Dr. Daniel Murdiyarso – Ketua Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar, AIPI.   

Adapun pada Sesi Ketiga, dengan dimoderatori oleh Dr. Bernard Renaldy Suteja, Ketua IPKA- UK Maranatha, akan menghadirkan 6 Narasumber yang akan menyampaikan Papapan materi Diskusi;

  1. Prof. Dr. Sri Adiningsih, Anggota Komisi Ilmu Sosial - AIPI, yang juga dosen FEB-UGM, yang akam membawakan materi paparan bertajuk “Tantangan Menghadapi Transformasi Teknologi”;
  2. Prof. Dr.Suhono  Harso Supangkat, dosen STEI – ITB, yang akan mendiskusikan tema   How to Be Super Smart Society 5.0”;
  3. Dr. Se Tin, Wakil Rektor Universitas Kristen Maranatha, akan menyampaikan tema “Targeted Education dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan”.
  4. Prof. Dr. Muljo Widodo Kartidjo, Anggota Komisi Ilmu Rekayasa -AIPI yang juga dosen FTMD-ITB akan membahas perihal “Bagaimana  Menjadi Technopreneur Unggul di Era Digital; dan
  5. Rudiantara MBA, Menteri Kominfo 2014 – 2019, mengupas topik “Bagaimana Dunia Usaha Dapat Terus Bertahan Di Era Digital?”; serta
  6. Prof. Dr. Iwan Pranoto, dosen FMIPA - ITB, menelaah tematik “Bagaimana Masyarakat Mempertahankan Nilai Budaya dan Nilai Kemanusiaan Di Era

Hasil Seminar Hibrida ini diharapkan akan memperolah gagasan-gagasn baru dan memanen ide-ide segar yang akan disarikan dan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan dalam bentuk kertas kerja kebijakan (policy paper) atau pun brief policy yang akan dideseminasikan ke semua pemangku kepentingan yang relevan.

Dalam menghadapi tantanagan Disrupsi Teknologi ini, setidaknya terdapat beberapa kompentensi dasar agar masyarakat mampu beradaptasi dan memitigasi akibat buruk gerusan perubahan tatanan masyarakat yang mendsar ini, yang berupa  seperangkat perkakas  soft skills 21st century meliputi:

  • Learning & Inovation Skills

Meliputi cakupan yang lebih luas dari pada belajar secara akademik, yaitu kemampuan dengan mengacu pada proses mental yang dialami dalam rangka beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga dapat menjadi lebih baik lagi dalam hal:

  • Creativity & Inovation
  • Critical Thinking
  • Communication
  • Collaboration
  • Problem Solving
  • Information Media & ICT Literacy

Kemampuan yang diperlukan dalam memahami informasi dan teknologi komunikasi meliputi:

  • Information literacy
  • Media Literacy
  • Technology literacy
  • Life & Career Skills

Kemampuan yang diperlukan dalam hidup dan bekerja dengan cakupan

  • Flexibility leadership
  • Agile & Adaptive
  • Initiative & self-directedness
  • Social & inter-culter
  • Productive & accountable

Pembaca yang Budiman. Ikuti terus berbagai kegiatan ilmiah AIPI yang terus menerus mendesiminasikan segala perkembangan ilmu pemgetahuan yang dipandang dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat luas dan pemangku kepentingan, sebagai bentuk pertanggungjawaban publik akan tugas AIPI yang terus mendorong Budaya Ilmiah Unggul.

 

(Sigit Asmara Santa – Biro Administrasi Ilmu Pengetahuan)

Hak Cipta © 2014 - 2017 AIPI. Dilindungi Undang-Undang.