AIPI menyelenggarakan Diskusi Daring Berseri “Transformasi Digital Menyongsong Super Smart Society 5.0 pada Indonesia Emas 2045”

31 July 2021 | 907 hits
WEBINAR_05AGST_2021.jpg

 

Siaran Pers
Nomor: 13/SP/BIP/VII/2021

 

Jakarta, 30 Juli 2021, Gelombang Revolusi Industri 4.0 atau pun perkembangan digitalisasi dalam dua dekade terakhir telah melanda ke semua aspek kehidupan, di seluruh kawasan dunia. Namun Nampak sangat nyata, perkembangan itu tidak merata antar masyarakat, kawasan atau pun negara. Negara-negara maju umumnya telah menjelma sebagai digital elite yang menonjol, sementara negara-negara seperti Singapura, UAE, New Zealand yang juga termasuk kelompok itu, menunjukkan tingkat digitalisasi tinggi dengan perkembangan yang lambat.

Digitalisasi Indonesia tumbuh pesat, namun tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain, masuk dalam posisi breakout (The Fletcher School & Mastercard 2017). Daya saing digital Indonesia rendah, pada posisi 56 dari 64 negara, pada tahun 2020. Penyebabnya adalah digital talent dan literasi digital rendah, serta dukungan regulasi dan teknologi belum memadai (IMD, 2020). Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital Indonesia berkembang pesat, dan yang mengalami percepatan selama masa pandemi.

Digitalisasi di Indonesia dalam satu dekade ini telah mendisrupsi semua aspek kehidupan kita, seperti budaya, ekonomi, sosial, politik dan kesehatan. Pandemi yang merebak di Indonesia sejak Maret tahun 2020, telah mempercepat transformasi digital, bukan saja di kota besar, namun juga merambah ke kota kecil dan perdesaan, dan di seluruh tanah air. Ekonomi digital yang tengah berkembang mengalami percepatan saat pandemi. Terjadi flight to digital di semua negara termasuk Indonesia (Google, Temasek, Bain & Company 2020). Model bekerja seperti work from home, pelayanan publik, UMKM, layanan kesehatan dan pendidikan pada saat ini, sudah banyak memanfaatkan teknologi digital. Transformasi digital yang sedang berlangsung pada saat ini akan terus berkembang, semakin dalam, meluas dan merata pada masa mendatang. Semua aspek kehidupan akan bersentuhan dengan  digitalized. Disisi lain, saat ini kita menghadapi kesenjangan digital (digital divide) antar daerah, kelompok masyarakat, dan kawasan perkotaan dan perdesaan. Celah itu semakin membesar (BPS), dan berpotensi meningkat jika tidak diatasi dan diantisipasi dengan baik, serta berpotensi meningkatkan ketimpangan berbagai lini kehidupan. Indonesia perlu menyusun pembangunan digital yang tidak saja inklusif, namun juga berkelanjutan agar digitalisasi membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi semuanya secara berkelanjutan.

Untuk itu. pembangunan manusia yang menjadi pilar utama pembangunan Indonesia perlu disiapkan dengan baik, agar kita pada 2045, masuk ke era Super Smart Society 5.0 dengan tetap memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia.

AIPI (Komisi Ilmu Sosial) sebagai salah satu think thank utama di Indonesia akan menyelenggarakan diskusi daring isu-isu tersebut untuk merumuskan postur Super Smart Society 5.0 Indonesia pada 2045, menggali, mendiskusi dengan berbagai pihak yang kompeten untuk mendapatkan masukkan. Hasil akhir kegiatan ini akan dikemas sebagai bentuk white paper/naskah kebijakan dan/atau policy brief mengenai isu “Transformasi Digital : Menyongsong Super Smart Society 5.0 pada Indonesia Emas 2045”. White paper pada akhirnya akan diserahkan kepada  pemangku kepentingan  yang terkait dan didiseminasikan ke masyarakat.

Diskusi daring berseri ini akan diselenggarakan oleh Komisi Ilmu Sosial (KIS) AIPI, dan akan dilaksanakan dalam 3 seri yaitu pada Kamis, 5 Agustus; Selasa, 24 Agustus dan Rabu, 8 September 2021.

Untuk Diskusi Daring Seri pertama akan mengambil topik “Disrupsi dan Perkembangan Teknologi: Tranformasi Infrastruktur dan Kelembagaan untuk Pembangunan Berkelanjutan”, akan berlangsung pada:

Hari/tanggal              :  Kamis, 05 Agustus 2021

Waktu                         :  09.00 - 12.00 WIB

Diskusi Daring           : Webiner dengan aplikasi virtual seminar

                                         Link diinformasikan saat selesai mengisi boring pendaftaran

Diskusi Daring dibuka oleh Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro – Ketua AIPI, dan diselenggarakan dengan mengundang narasumber berasal dari lingkungan AIPI, kalangan universitas dan lembaga pemerintah. Pembicara kunci akan disampaikan oleh Dr. (H.C.) Ir. H. Suharso Monoarfa - Menteri PPN/Bappenas. Diskusi menghadirkan 4 nara sumber Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU – Ketua Dewan Pembina Ikatan Ahli Informatika Indonesia;  Rudiantara, S.Stat., M.B.A. – Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Kabinet Kerja Periode 2014 – 2019; Prof. Dr. Emil Salim - Guru Besar Emeritus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia/AIPI; dan Prof. Dr. Sofian Effendi - Guru Besar Ilmu Administrasi Negara Universitas Gadjah Mada/Wakil Ketua AIPI. Bertindak sebagai moderator adalah Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar (LIPI/AIPI)

Diskusi ini dirancang interaktif dan terbuka untuk publik. Para narasumber akan memberikan materinya sesuai dengan kepakarannya, dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta webinar dipersilakan memberikan pertanyaan, tanggapan dan  usulan terkait dengan fokus bidang bahasan pada diskusi daring ini.

Untuk mengikuti diskusi daring ini, para peserta dapat mendaftar melalui tautan https://bit.ly/TRANSFORMASIDIGITALAIPI.  Seluruh rangkaian acara seminar daring direkam dan juga dapat diikuti melalui aplikasi you tube di tautan https://bit.ly/YoutubeAIPI dan untuk mengikuti sosial media aipi untuk informasi lainnya di https://linktr.ee/aipi_indonesia.

 

Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan melalui e-mail: aipi.indonesia1990@gmail.com.

 

  • Website:  aipi.or.id  
  • Instagram:  aipi_Indonesia
  • Tweeter: AIPI_id
  • Youtube:  AIPI_Indonesia

(Biro Ilmu Pengetahuan)

Hak Cipta © 2014 - 2017 AIPI. Dilindungi Undang-Undang.