WEBINAR INTERNASIONAL KEBIJAKAN TINGKAT TINGGI S20 TENTANG KESEHATAN, PERUBAHAN IKLIM DAN TEKNOLOGI

13 June 2022 | 203 hits
g200.jpg

 

SIARAN PERS: PRESIDENSI G20 INDONESIA

Jakarta, 13 Juni 2022.

Sayap organisasi kelompok pelibatan (Engagement Group) ilmuwan dan kaum cendekiawan yang tergabung dalam Science-20 (S20) dalam Presidensi G20 Indonesia itu terus mengepak terbang menjejah. Pengampu S20 adalah akademi ilmu pengetahuan negara tuan rumah G20, yaitu Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). S20 adalah salah satu Engagement Group mendukung G20 yang termuda, baru dimulai 2017. S20 Engagement Group berfungsi menyediakan rekomendasi kebijakan berbasis bukti dan konsensus untuk topik-topik yang dipilih untuk pembuat kebijakan. Rekomendasi ini didasarkan pada pertimbangan ilmu pengetahuan yang ketat dan dirumuskan melalui diskusi matang di gugus tugas yang terdiri dari para ahli internasional dari dalam dan luar G20.

Dalam rangka menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya tersebut, AIPI pengemban keketuaan S20 kembali bermitra dengan Asia Development Bank (ADB), akan menyelanggarakan  seri Webinar Internasional kelima. Seminar Daring akan mengusung tema “S20 High Level Policy Webinar on Health, Climate Change , and Technology”. Seminar Daring menggunakan Bahasa Inggris ini, akan dihelat pada Rabu, 15 Juni 2022; pukul 15.00 – 17.00 WIB. Webinar terbuka untuk kalangan pengambil kebijakan, ilmuwan, peneliti, dosen, mahasiswa dan publik luas ini, dapat diikuti dengan langsung mengunjungi situs S20 melalui tautan s20indonesia.org.

Engagement Group S20 di bawah Presidensi G20 telah mengidentifikasi kesehatan, perubahan iklim, dan teknologi sebagai tantangan paling mendesak dan penting di tahun 2020-an dan kedepannya. Pandemi Covid yang belum berkesudahan melanda seluruh belahan dunia, dengan kasus dan kematian harian tetap tinggi, dan dengan kemungkinan varian-varian baru  di masa depan. Ini terlepas dari keberhasilan vaksinasi yang luar biasa secara ilmiah, politik, dan logistic. Program vaksinasi global masih ditandai dengan ketidakadilan vaksin dengan hanya 15% orang di negara-negara berpenghasilan rendah yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid sampai pertenghanan 2022.

Webinar International ini akan menghadirkan Pembicara Kunci:

  1. H.E. Budi Gunawan Sadikin – Menteri Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Menteri Kesehatan diharapkan akan menyampaikan pemikiran tentang bukti (evident) dan kesehatan dari pengalaman Indonesia menangani CIVID-19 sejak 2020. 
  2. Dr Soumya Swaminathan – WHO Chief Scientist sejak tahun 2019. Dia adalah dokter anak dari India dan peneliti terkemuka tentang tuberkulosis dan HIV. Dr. Soumya sebelumnya adalah Sekretaris Pemerintah India untuk Penelitian Kesehatan dan Direktur Jenderal Dewan Penelitian Medis India. Dr. Soumya akan berbagi pengalaman WHO dalam menghasilkan dan menggunakan bukti (evidence), dan menyampaikan apa yang perlu dilakukan oleh negara untuk meningkatkan proses tranlasi penelitian-ke-aksi (research-to-action) atau bukti-ke-tindakan (evidence-to-action).  

Selanjutnya dalam sesi panel, akan dipandu oleh Dr Susann Roth, Advisor of the Sustainable Development and Climate Change Department and also the Chief of Knowledge Management di di Bank Pembangunan Asia (ADB). Susann akan memandu jalannya diskusi panel yang menghadirkan ilmuwan terkemuka:

  1. Prof. Dr. Akmal Taher - Anggota Komisi Ilmu Kedokteran, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).
  2. Dr. Ugur Sahin & Dr. Ozlem Türeci adalah pendiri BioNTech.
  3. Prof. K. Srinath Reddy adalah Presiden Yayasan Kesehatan Masyarakat India.
  4. Prof. Herawati Sudoyo - Ketua Komisi Ilmu Kedokteran, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).

Dalam diskusi panel ini panelis akan diminta tanggapannya terkait translasi pengetahuan ke tindakan (knowledge-to-action) dalam empat bidang yang terpisah. Pertama, terkait aspek mempertimbangkan bagaimana mendemokrasikan bukti. Kedua, memeriksa bagaimana dapat mengomunikasikan penelitian dan solusi teknologi baru dengan lebih baik kepada publik. Ketiga, dalam hal melihat bagaimana kita dapat membangun ekosistem penelitian-untuk-tindakan yang ideal. Dan yang terakhir, akan membahas peran G20 dalam mendukung jalur bukti dan penelitian-untuk-tindakan.

Rangkaian Webinar Internasional ini akan dibuka langsung oleh Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro, Ketua AIPI yang juga Chairman of Engagement Group  S20 Presidensi G20. Simpulan diskusi akan disampaikan oleh Prof. Dr. David Handoyo Mulyono, dan Webinar Internasional buah kerja bareng AIPI dan ADB ini akan ditutup oleh Prof. Dr. Sofia Mubarika, keduanya adalah Anggota  Komisi Ilmu Kedokteran AIPI.

Webinar kebijakan tingkat tinggi ini akan mendiskusikan: (1) bagaimana investasi sains dapat memperkuat fondasi ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge economies) sebagai langkah menuju masyarakat yang lebih sehat dan adaptif terhadap perubahan iklim; (2) bagaimana ekonomi berbasis pengetahuan tersebut dapat membantu mendiversifikasi ekonomi suatu negara bersandar pada eksploitasi sumber daya bernilai rendah menuju pola inovasi berbasis teknologi bernilai tinggi. Disamping itu akan menguak mengapa investasi dalam sains harus dikoordinasikan dengan lebih baik di seluruh negara G20, dan bagaimana anggota G20 dapat membangun arsitektur pengetahuan yang memungkinkan kolaborasi yang lebih baik dalam riset dan berbagi pengetahuan. Arsitektur ini berada di keterkaitan (nexus) aspek kesehatan, perubahan iklim dan teknologi, dan harus dipandu oleh prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan dan inklusivitas.

Pembaca yang budiman. Ikuti terus kegiatan S20 menyokong gawe besar Indonesia pada Presidensi G20 2022 dengan mengusung rekomendasi berbasiskan bukti ilmu pengetahuan, melalui situs resmi S20 di alamat s20indonesia.org atau  melalui tautan  https://milttonevents-ee.zoom.us/j/2642014222.

(Sigit Asmara Santa – Biro Administrasi Ilmu Pengetahuan AIPI) 

Hak Cipta © 2014 - 2017 AIPI. Dilindungi Undang-Undang.