Pagelaran Ilmiah “Memperkenalkan prakarsa teknologi anak bangsa untuk mengatasi neraca perdagangan”

20 December 2018 | 18737 hits
Pagelaran_Ilmiah_2018.png

Jakarta, (Berita AIPI) 20 Desember 2018 Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa defisit neraca perdagangan yang terjadi saat ini perlu segera dicarikan jalan keluarnya, karena menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian. Walaupun neraca perdagangan pernah mengalami defisit pada tahun 2012, 2013 dan 2014, tahun ini dari bulan Januari hingga November, neraca perdagangan hanya mengalami surplus pada bulan Maret, Juni dan September saja; sehingga total neraca perdagangan sampai November 2018 mengalami defisit lebih dari USD 7.5 miliar.

Solusi sederhana untuk mengatasi defisit neraca perdagangan adalah dengan cara meningkatkan ekspor dan mengurangi impor. Usaha meningkatkan ekspor tidaklah mudah, karena hingga saat ini ekspor utama masih mengandalkan komoditi di sektor pertambangan dan pertanian. Sementara peningkatan kontribusi ekspor dari sektor industri memerlukan usaha yang komprehensif dan jangka waktu yang cukup lama, meskipun cara inilah yang seharusnya dilakukan di masa mendatang.

Di sisi lain mengurangi impor juga tidak mudah dilakukan mengingat kebutuhan bahan baku industri dan kebutuhan pokok terutama kebutuhan pangan dan energi, masih harus diimpor. Program substitusi barang-barang impor dengan produk yang bisa dihasilkan sendiri akan mampu mengurangi volume impor produk tersebut, terutama dalam bentuk produk hasil industri, produk bahan pangan dan energi, sehingga secara langsung akan memberikan pengaruh positif bagi neraca perdagangan.

Untuk itu, pada tanggal 20 Desember 2018 bertempat di Ruang Pertemuan AIPI, Jakarta, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) yang diberi mandat untuk memberikan pendapat, saran dan pertimbangan atas prakarsa sendiri dan/atau permintaan mengenai penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada pemerintah serta masyarakat untuk mencapai tujuan nasional, memprakarsai penyelenggaraan pagelaran ilmiah bagi dua teknologi yang dikembangkan oleh anak bangsa, yang ditujukan terutama untuk mengurangi impor energi. 

Paparan pengembangan teknologi ditujukan untuk secepatnya dapat meningkatkan produksi minyak bumi di Indonesia menggunakanLow cost Enhanced Oil Recovery (EOR), yang jika diimplementasikan, diperkirakan akan mampu meningkatkan produksi minyak mentah mencapai 1 juta Barrel Oil Per Day (BOPD), sebagai penyangga produksi (back stopper), sebelum upaya peningkatan cadangan melalui eksplorasi memberikan hasil. Paparan ini disampaikan oleh Prof. Tutuko Ariadji dan Ir. Setyo Yanus Sasongko.

Paparan kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Subagjo dan Dr. Ir. Tatang Hernas Soerawidjaja yang menyampaikan teknologi untuk bisa menggantikan sebagian dari BBM fosil yang masih harus diimpor, dengan bahan bakar yang bersumber dari sumberdaya hayati, menggunakan teknologiBio-hydro carbon through catalytic conversion”. Penerapan teknologi ini secara berkelanjutan akan mampu menutupi kekurangan BBM yang bersumber dari minyak bumi.

Kedua teknologi yang dikembangkan oleh anak bangsa di atas akan mampu mengurangi impor BBM dalam jumlah yang cukup besar, sehingga secara langsung akan mampu pula menurunkan defisit neraca perdagangan. Semoga paparan teknologi merah putih ini berproses lebih lanjut dan berdayaguna untuk mengurangi beban impor energi.

 

Biro Iptek AIPI,
20 Desember 2018

Hak Cipta © 2014 - 2017 AIPI. Dilindungi Undang-Undang.