GERAKAN SOSIAL DEMI DEMOKRASI

12 September 2022 | 832 hits
KIS_WEBINAR_14092022_GERAKAN_SOSIAL_DEMI_DEMOKRASI.jpg

 

Siaran Pers AIPI

Webinar Gerakan Sosial Demi Demokrasi

Jakarta, 12 September 2022. Pemilu 2024 telah ditetapkan 14 Februari 2024, melalui Peraturan KPU No. 3/2022. Masih 17 bulan lebih atau 500 hari lebih, pesta demokrasi itu akan diselenggarakan. Partai Politik calon peserta mulai bergegas menyiapkan diri memanaskan mesin politiknya. Tensi politik pun sudah mulai meningkat. Akankah Pemilu 2024 nanti tidak akan mengulang kegagalan tiga Pemilu (2009, 2014, dan 2019) - yang mengusung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka (SPPT) - dalam menciptakan Sistem Politik Demokrasi yang disepakati dalam UU Pemilu?

Sistem Pemilu sejatinya salah satu perangkat yang dapat didisain untuk menciptakan Sistem Politik Demokrasi yang disepakati bersama; seperti Model Partai Politik, Sistem Kepartaian, Sistem Perwakilan Politik, Efektivitas Pemerintahan, dan Interaksi Politisi dengan Pemilih yang bebas dari aroma transaksional. Demokrasi yang dikehendaki tidak terbatas pada demokrasi elektoral.

Desain Sistem Pemilu (SPPT) yang disepakati itu, menimbulkan konsekuensi tertentu pula sebagaimana yang diharapkan dan sesuai tujuan yang hendak dicapai. Tetapi tidak jarang juga menimbulkan konsekuensi yang tidak diharapkan. Kegagalan terjadi karena SPPT merupakan Sistem Pemilu Proporsional dengan Daftar Calon Partai yang dicampur dengan 2 (dua) unsur Sistem Pemilu Pluralitas sehingga menjadi suatu Sistem Pemilu campur-aduk, dengan unsur-unsurnya bertentangan satu sama lain.

Tujuan yang hendak dicapai sistem Pemilu Proporsional digagalkan oleh kedua unsur Sistem Pemilu Pluralitas. Sebaliknya tujuan yang hendak dicapai kedua unsur Sistem Pemilu Pluralitas digagalkan oleh unsur-unsur Sistem Pemilu Proporsional. SPPT berwujud seperti itu karena merupakan gabungan dari kepentingan kekuasaan dari semua partai yang ada di DPR.

Atas dasar itu, AIPI bekerjasama dengan BRIN, UGM, UNAIR, PERLUDEM dan AMAN akan menggelar perbincangan publik bertajuk Gerakan Sosial Demi Demokrasi, yang akan dihelat pada Rabu, 14 September 2022, pukul 09.00 – 12.00 WIB.  

Acara ini dapat diikuti secara daring melalui tautan aplikasi Zoom dengan Meeting ID: 830 8360 3034; Passcode: KISAIPI dan terbuka untuk kalangan ilmuwan, peneliti, dosen, mahasiwa, pemerhati pemilu dan juga untuk masyarakat umum. Acara dapat pula diikuti melalui livestream YouTube pada tautan bit.ly/YTWEBINAR_KISAIPI.

Diskusi publik daring ini akan digelar dalam tiga sesi utama yaitu: Sesi Pengantar Diskusi, dan Paparan para Narasumber, serta diikuti dengan Sesi Diskusi dan Tanya Jawab. Bertindak sebagai Pengantar Diskusi adalah Prof. Ramlan Surbakti, Anggota AIPI sejak 2016 dan juga Guru Besar FISOPOL UNAIR. Ramlam Surbakti yang sangat berpengalaman soal seluk beluk Pemilu ini juga akan bertindak sebagai Moderator.

Webinar ini tersusun atas tiga sesi utama.  Diawali dengan sambutan Pembukaan dan Sambutan Pengantar. Selanjutnya akan digelar sesi Paparan Narasumber dan diikuti dengan Sesi Diskusi dan Tanya Jawab.  

Pada Sesi paparan nara Sumber akan menghadirkan 4 orang Pembicara

  1. Prof. Syarif Hidayat – Profesor Riset BRIN yang juga Anggota AIPI sejak 2021 ini, akan mengusung tema Pendidikan Politik Demi Demokrasi.
  2. Dr. Arie Sudjito  -  Wakil Rektor UGM bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni ini akan mengetengahkan tema Gerakan Sosial Demi Demokrasi
  3. Khoirunnisa Nur Agustyati, S.Sos., M.IP.  - Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), akan berbagi Pengalaman Advokasi DPR tentang UU Pemilu
  4. Rukka Sombolinggi, M.A. – Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) akan membeberkan Partisipasi Politik Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)

Ketua AIPI, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro, akan membuka acara Diskusi Daring ini dan menyampaikan perspektif pemilu dari kacamata ilmuwan. Ketua Komisi Ilmu Sosial, Prof. Mayling Oey Gardiner, akan menyampaikan kata penutup berupa harapan-harapan untuk mewujudkan Gerakan Sosial kolektif para aktivis berbagai Organisasi Masyarakat Sipil dan berbagai Organisasi Kemasyarakatan yang direkatkan oleh cita-cita politik yang sama, yaitu   terciptanya Sistem Pemilu yang mampu menciptakan Sistem Politik Demokrasi yang maksimalis membuahkan mekanisme pembuatan keputusan dengan mengadopsi demokrasi deliberative, konsultatif, dan dengan kepeminpinan yang transformatif.

Pembaca Budiman. Ikuti terus rangkaian acara kegiatan-kegiatan ilmiah yang aktual diselenggarakan AIPI, sebagai tanggungjawab sosial pembentukan AIPI, dengan harapan memberikan pencerahan bagi pihak yang berkepentingan dan masyarakat luas. Semua perhelatan AIPI dapat diikuti melalui aplikasi Zoom, YouTube dan berbagai sosial media AIPI.

(Sigit Asmara Santa – Biro Administrasi Ilmu Pengetahuan)

Hak Cipta © 2014 - 2017 AIPI. Dilindungi Undang-Undang.