WEBINAR GOTONG ROYONG MEMBANGUN INDUSTRI PETERNAKAN-KOLEKTIF

11 July 2022 | 507 hits
kipd220714.jpg

 

Siaran Pers AIPI

Jakarta, 11 Juli 2022. Menjamin keamanan pasokan pangan bagi 273 juta  rakyat Indonesia adalah salah satu tanggung jawab yang diemban pemerintah Indonesia. Tugas itu terasa semakin berat ditengah berkecamuknya konfik Ukraina-Rusia yang memicu krisis pangan dan energi dunia. Situasi labil semacam ini mendorong pemerintahan diberbagai negara selalu mencermati perkembangan, waspada, dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan sendiri melalui berbagai upaya swasembada memaksimalkan sumber daya yang dimiliki.

Salah satu kebutuhan pangan yang terus meningkat itu berupa pemenuhan kebutuhan daging masyarakat, yang dapat dipenuhi dari bahan pangan asal ternak penduduk. Data statistik menunjukkan bahwa ada peningkatan rasio jumlah ternak sapi lokal terhadap jumlah penduduk Indonesia sebesar 1,05% selama 73 tahun yaitu sejak Indonesia Merdeka 1945 sampai dengan 2018 (www.bps.go.id). Tahun 1945 terdapat 5 ekor sapi untuk 100 orang penduduk Indonesia, meningkat pada tahun 2018 menjadi 6 ekor sapi untuk 100 orang penduduk Indonesia. Stagnasi ini disebabkan karena skala kepemilikan peternak rakyat masih sangat rendah - 2.5 ekor sapi per peternak (PSPK, 2011) - tidak efisien dan produktif, yang menyebabkan sehingga sulit meningkatkan populasi ternaknya.

Untuk memberikan solusi nyata pada persoalan-persoalan yang membelit itu, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, telah melaksanakan enam kali webiner berseri bekerjasama dengan LPPM-IPB dan PATAKA pada 2021. Hasilnya disarikan dalam bentuk Policy Brief AIPI No. 6, Desember 2021 berjudul “Paradigma Baru Industri Peternakan Nasional Berkelanjutan (Muladno et al., 2021). Inti penting temuannya adalah untuk memajukan Industri Peternakan-Kolektif di Indonesia adalah dengan membangun kesepadanan kekuatan dan sinergitas 4 pilar yang terdiri dari Pemerintah, Perguruan Tinggi (PT), Pebisnis, dan Komunitas Peternak Rakyat (KPR).

Sejatinya pelaku utama usaha peternakan di Indonesia adalah peternak rakyat. Mereka pemilik 98% populasi ternak lokal di Indonesia. KPR adalah pilar yang belum sepadan dengan tiga pilar lainnya dalam semua hal. Padahal, KPR adalah pemilik sumberdaya lahan, sumberdaya ternak, dan sumberdaya manusia pengelolanya, tetapi mayoritas masih berlatar pendidikan rendah dan jauh dari sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Satu-satunya jalan untuk meningkatkan populasi ternaknya sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia adalah mengkonsolidasikan peternak skala kecil menjadi pengusaha kolektif berjamaah dan mengindustrikannya.

Pemberdayaan masyarakat peternak melalui model pembelajaran partisipatif untuk transformasi peternak dari pola tradisional-individual menjadi profesional-kolegial telah diinisiasi oleh IPB sejak 2013 melalui program Sekolah Peternakan Rakyat (Muladno et al., 2019). Tujuannya adalah mengonsolidasikan peternak rakyat agar berbisnis secara kolektif berjamaah. Hingga  2021, telah terdapat 61 SPR dan 19 diantaranya telah dinyatakan lulus. Selanjutnya, Perkumpulan Solidaritas Alumni SPR Indonesia (SASPRI) dibentuk pada November 2018 yang dimaksudkan untuk pembinaan lebih lanjut alumni SPR binaan IPB tersebut agar dapat sepadan kemampuannya dengan tiga pilar lainnya.

Untuk menuntaskan temuan-temuan yang diperoleh, menindaklanjuti pemikiran berbagai pihak seperti tertuang dalam Policy Brief, dan menggali pemikiran lebih mendalam, persoalan ini perlu diangkat dalam perbincangan yang lebih luas melibatkan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Harapannya akan dapat terwujud kebijakan berbasis bukti (evident based policy) untuk mengimplementasikan gagasan industri peternakan kolektif di Indonesia melalui SPR, sebagai landasan membangun peternakan di Indonesia secara lebih profesional dengan semangat gotong-royong.

Merespon hal itu, Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar - AIPI bekerjasama dengan Dewan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (DGB-IPB), akan menyelenggarakan Webinar bertajuk “Mewujudkan Industri Peternakan-Kolektif di Indonesia melalui Sistem Pemberdayaan Peternak Rakyat (SPPR)”, pada Kamis, 14 Juli 2022, pukul 13.30 – 16.30 WIB.

Webiner dapat diikuti melalui pendaftaran di tautan ipb.link/daftar-dgbaipi, atau link aplikasi Zoom Meeting (terbatas untuk 300 peserta) di tautan https://ipb-university.zoom.us/j/92888800995?pwd=dU1mZlFiM0lldUdxNXJnMVpCcUg2QT09

dengan Meeting ID: 928 8880 0995; Passcode: dgb-aipi; atau secara langsung (life steaming) di YouTube Dewan Guru Besar IPB atau social media AIPI. Webinar terbuka untuk umum, kalangan mahasiswa, peneliti, Akademisi, Birokrat pemerintah, Politisi, Perusahaan dan BUMN, Komunitas Peternak Rakyat,  dan Media cetak dan elektronik.

Tujuan webinar adalah: 1) membahas capaian SPPR di Indonesia 10 tahun terakhir; 2) menggali strategi dan kebijakan pemerintah di bidang peternakan dalam mencukupi kebutuhan pangan asal ternak; 3) mendorong peran DPR dalam menyuarakan aspirasi peternak untuk menghasilkan keputusan politik yang berpihak kepada komunitas peternak rakyat; 4) meningkatkan peran masyarakat dalam melakukan transformasi usaha peternakan rakyat melalui kemitraan bisnis. Luaran yang diharapkan adalah draft naskah akademis “Pembangunan industri peternakan kolektif berbasis kearifan lokal di Indonesia.

Webinar akan membahas cakupan yang luas dengan mengkadirkan pembicara:

  1. Prof. Muladno - anggota KIPD-AIPI, anggota DGB-IPB yang juga sebagai Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB - akan menyampaikan paparan berjudul  “Sistem Pemberdayaan Peternak Rakyat sebagai Landasan dalam Pengembangan Industri Peternakan Kolektif di Indonesia”;
  2. Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc. - Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan RI – akan memaparkan tema “Kinerja Berbagai Pprogram Ditjen PKH dan Arah Pengembangannya Sampai Kini”;
  3. Sudin, S.E. - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat RI – akan mendiskusikan bahasan kontrubusi legislator berjudul  “Peran Komisi IV DPR-RI dalam Mengarahkan Kebijakan Pemerintah dalam Pengembangan Peternakan di Indonesia; dan
  4. Ir. Kusmutarto Basuki, MBA - Ketua Dewan Pembina Solidaritas Alumni SPR Indonesia – akan menyampaikan topik “Transformasi Komunitas Peternak Rakyat melalui Pembelajaran Partisipatif di SPR-IPB”.

Dalam webinar ini juga menghadirkan pembahas yang berkompeten dari bebagai kalangan mewakili berbagai unsur, yang akan mengkritisi paparan para narasumber agar webinar menghasilkan bahan untuk perumusan naskah akademis yang komprehensif.  Prof. Dr. Parulian M. Hutagaol mewakili pembahas dari Dewan Guru Besar IPB; Prof. Dr. Yunita Triwardani Winarto, anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia mewakili pembahas dari kalangan ilmuwan; Sutan Riska Tuanku Kerajaan, SEKetua Umum Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) – mewakili kalangan asosiasi pemerintak daerah; dan Ir. Didik Purwanto, IPU - Ketua Umum Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia – mewakili unsur pelaku usaha peternakan.

Seluruh rangkaian acara webinar akan dimoderatori oleh Prof. Dr. DR.(HC) Daniel Murdiyarso - Ketua Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar, AIPI dan Guru Besar IPB – dan akan dibuka langsung oleh Prof. Dr. Evy Damayanthi, Ketua Dewan Guru Besar IPB-University serta pengantar webinar akan disampaikan secara langsung oleh Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Pembaca Budiman. Silakan mengikuti acara ini melalui aplikasi-aplikasi yang telah disediakan. Peserta yang mendaftarkan diri akan mendapat e-Sertifikat Peserta secara gratis.

(Sigit Asmara Santa – Biro Administrasi Ilmu Pengetahuan)

 

 

Hak Cipta © 2014 - 2017 AIPI. Dilindungi Undang-Undang.