WEBINAR NASIONAL - TRANSISI ENERGI: MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

13 February 2022 | 1605 hits
G20_AIPI_17022022.jpg

Jakarta, 13 Februari 2022, Perbincangan menuju transisi energi dengan mentargetkan dunia berada pada global net zero emisi karbon dan menjaga pemanasan global berada di bawah 1,5o C pada 2060 atau sebelumnya, menjadi perdebatan publik yang tak ada habisnya. Terlebih pada pasca KTT perubahan iklim PBB Glasgow 2021 yang dikenal dengan COP26 itu. Diskusi publik itu menjadi semakin intensif ketika secara resmi Indonesia menerima tongkat estafet keketuaan dalam G20 2022 dari Italia. Di sisi lain, hal ini membawa berkah tersendiri. Indonesia memiliki kesempatan besar dan dapat menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia mendukung penuh proses transisi energi global. Negara-negara G20 mengkonsumsi sekitar 75% permintaan energi global. Sudah semestinya juga memikul tanggung jawab besar dan mempromosikan peran strategis dalam mendorong pemanfaatan energi bersih.

Transisi energi merupakan salah satu dari 3 isu utama yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada acara Peluncuran Presidensi G20 Indonesia, 1 Desember 2022 lalu.  Presiden memaparkan 3 hal yang menjadi isu strategis:”Pertama, penanganan kesehatan yang inklusif. Kedua, transformasi berbasis digital. Ketiga, transisi menuju energi berkelanjutan.” Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo juga dengan tegas menekankan, bahwa Presidensi G20 Indonesia tidak hanya sebatas seremonial, tidak hanya menghasilkan kertas-kertas rapat, tetapi Presidensi G20 Indonesia justru harus mendorong negara-negara besar G20 untuk melakukan aksi nyata dan membuat terobosan besar, melalui kolaborasi dan kekuatan yang besar, agar masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama besar ini.

Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) sebagai Chair Engagement Group (EG) mengampu Science 20 (S20). Ketua akademi ilmu pengetahuan negara-negara S20 lazimnya menjadi ketua EG S2o negaranya. Pada S20 2022, Indonesia mengusulkan untuk mengusung 5 isu pokok yang sejalan dengan 3 isu utama Presidensi G20 Indonesia. Lima isu pokok tersebut telah disampaikan Prof. Satryo S. Brodjonegoro dalam acara Peluncuran S20 dan Webinar Nasional Climate Change on Health 2021, 16 Desember 2021. Secara rinci kelima isu pokok yang diusung meliputi: 1) membangun sistem kesehatan tangguh; 2) meningkatkan sistem kesehatan rendah karbon yang berkelanjutan; 3) meningkatkan kemampuan iptek secara multi-, inter, dan trans-disiplin, untuk perubahan iklim dan kesiapsiagaan pandemi; 4) menjamin bahwa sumber daya insani ditempatkan menjadi pusat perhatian; serta 5) memperkuat keterkaitan antara fakta data riset kebijakan - praktik pelaksanaan menghadapi kesiapsiagaan perubahan iklim dan pandemik.

Sistem energi global mengalami transisi yang cepat melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini serta permintaan dunia akan energi yang terjangkau, bersih dan terbarukan. Pemanfaatan sumber energi terbarukan dan digitalisasi sistem energi menjadi kunci untuk memastikan kelancaran proses transisi energi. Sistem energi yang terdesentralisasi diharapkan dapat memastikan setiap orang dapat memiliki dan mengakses energi yang stabil dan terjangkau. Di lain pihak kerjasama dan kemitraan untuk menjalankan transisi energi yang berkeadilan memerlukan kebijakan energi dan insentif pendanaan yang tepat sesuai dengan konteks kebutuhan dan potensi masing-masing negara.

Transisi energi bukan hanya tentang perubahan teknologi pemanfaatan dan penggunaan bahan bakar fosil ke energi terbarukan akan tetapi juga terkait dengan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Untuk mengukur seberapa efektif proses transisi energi berlangsung, maka semua aspek tersebut harus diperhitungkan dengan tepat. Oleh karenanya, diperlukan kerjasama, kolaborasi dan sinergi para pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam transisi energi di Indonesia.

Untuk menggalang pendapat dan masukan berbagai kalangan tentang transisi energi EG S20 perlu mengadakan dialog nasional. Dialog difokuskan dengan membahas aspek keamanan energi, akses dan efisiensi, serta transisi ke sistem rendah karbor, termasuk juga investasi dan inovasi dalam teknologi yang lebih bersih dan efisien.

Selanjutnya dalam upaya ikut memastikan ekosistem transisi energi yang optimal serta menyukseskan inisiatif konkret G20 2022, EG S20 beserta mitra bestari akan menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk Transisi Energi: Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Kamis, 17 Februari 2022 mulai jam 09.00 hingga 12.30 WIB. Seminar ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti melalui secara daring melalui tautan pendaftaran ui.id/science20 dan dapat disaksikan melalui media youtube AIPI dan UI maupun TV UI.

Webinar ini merupakan agenda S20 yang kedua dalam rangkaian acara menuju KTT G20. Webinar akan menghadirkan pembicara kunci: Menko Perekonomian, Dr. Airlangga Hartarto dan Menteri ESDM, Ir. Arifin Tasrif. Sambutan Pengantar akan disampaikan oleh Bambang Susantono, Ph.D., Vice President Asian Development Bank/Co-Chair S20. Sambutan Pembuka akan disampaikan oleh Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro; Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko; Ketua Energy Transition 20 (ET20), Ir. Yudo Dwinanda Priaadi, M.S.; dan Ketua AIPI/Chair S20, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Narasumber kompeten lainnya yaitu panelis akademisi/peneliti, pejabat kementerian, lembaga indipenden, praktisi industri, serta asosiasi profesi (UI, AIPI, KESDM, BRIN, DEN dan APBI) akan berpartisipasi dalam seminar nasional ini dan memberikan saran terbaik. Panelis akan membahas proses transisi energi ditinjau dari aspek teknologi, pendanaan dan sosial budaya.

Seminar ini diharapkan dapat memberi masukan dan rekomendasi untuk penyusunan komunike bersama G20. Rekomendasi tersebut diharapkan melingkupi aspek penguatan kerjasama dan sinergi antar pemerintah, akademisi dan industri untuk menciptakan ekosistem transisi energi yang optimal, agar dapat membawa transisi energi sebagai momentum kebangkitan dan kemandirian industri energi nasional.

Ekosistem yang diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang akurat, beradaptasi dengan cepat, serta langkah strategis dan program kerja yang tepat untuk mewujudkan Indonesia maju. Akhirnya, rangkuman hasil seminar sebagai dokumen masukan dan rekomendasi Hasil Seminar Nasional Transisi Energi Menuju Pembangunan Berkelanjutan akan dirumuskan oleh Prof. M. Ali Berawi, UI/Co-chair S20; dan Dr. Mego Pinandito, BRIN/Co-chair S20.

Hak Cipta © 2014 - 2017 AIPI. Dilindungi Undang-Undang.