Rosari Saleh
Universitas Indonesia
Anggota sejak : 2012
Keanggotaan : Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar
Kepakaran : Condenced Matter dan Material Physics
Blog : -

Prof. Rosari Saleh, pada saat ini adalah satu-satunya guru besar di Departemen Fisika FMIPA Universitas Indonesia. Dia mendapatkan gelar doktornya Fahrbereich Physik Philipps Universitaet Marburg, Jerman. Saat ini dia sedang melakukan beberapa penelitian di nanopartikel.

Dalam penelitiannya, Rosari mencari cara untuk meningkatkan efisiensi pembuatan sollar cells atau Photovoltaic (PV) generasi kedua yang berdasarkan beberapa penelitian telah mencapai tingkat efisiensi yang cukup tinggi. Materi yang digunakannya dalam penelitian ini adalah amorphous silicon beserta alloy-nya, microcrystalline, dan pollycrystalline dengan menggunakan metode laser crystalization. Penelitiannya itu dilakukan bersama sejumlah mahasiswanya di fakultas MIPA, Universitas Indonesia.

Rosari menekuni bidang condensed matter dan material physic sebagai background kepakarannya yang masih terus dikembangkan hingga saat ini. “Condensed matter dan material physics” sudah digelutinya sejak dua dasawarsa lalu, sejak ia memasuki Phillips-Universitaet Marburg, Germany dan berhasil memperoleh gelar doktor pada 1990. Selama tiga tahun berikutnya, di universitas yang sama ia menjalani post-doctoral program dengan tema penelitian “Hopping Transport in Disorder Semiconductor”. Kemudian ia melakukan eksperimen tentang “Nonequilibrium Carriers in Disorder Semiconductor”.

Rosari mulai mengaplikasikan “background” kepakarannya dalam penelitian “Condensed matter dan material physics” baik secara teoretis maupun eksperimental dalam penelitian yang mengarah pada bidang complex system, nano structure dan functional material, yang berkarakter multidisiplin. Bersama rekan sejawat sesama dosen UI, Rosari sekarang membentuk Nano Structure Science and Technology Research Group yang melibatkan peneliti dari berbagai disiplin ilmu (Kimia, Biologi,  Farmasi, dan Kedokteran).

Hak Cipta © 2014 - 2017 AIPI. Dilindungi Undang-Undang.