SEMINAR NASIONAL “NOLISASI KAPASITAS PETERNAK RAKYAT”


 LATAR BELAKANG 

Peternak rakyat berperan strategis dalam pembangunan nasional karena berkontribusi langsung terhadap penyediaan bahan pangan, penguatan ekonomi masyarakat desa, penciptaan lapangan kerja, serta menjaga keberlanjutan sistem produksi berbasis komunitas. Lebih dari 98% ternak lokal di Indonesia dimiliki komunitas peternak rakyat dengan mayoritas latar belakang pendidikan formalnya maksimal tingkat SMP. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan dinamika industri peternakan yang semakin kompleks, peningkatan kapasitas peternak rakyat menjadi agenda penting dalam mendorong pembangunan yang memperkuat posisi dan daya saing rakyat. 

Karakter usahanya yang masih bersifat sambilan, keterbatasan lahan, skala usaha yang kecil, serta rendahnya pengorganisasian usaha menyebabkan hampir semua komunitas peternak menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas dan posisi tawar dalam rantai nilai industri. Berbagai upaya peningkatan produksi selama ini sering kali berfokus pada aspek teknis budidaya, sementara pembangunan kelembagaan dan penguatan ekosistem pendukung hampir jarang disentuh. Padahal transformasi komunitas peternak rakyat menjadi pelaku usaha secara lebih profesional memerlukan proses yang lebih mendasar, mulai dari membangun cara berpikir, memperkuat organisasi, dan memperluas akses pengetahuan, serta menciptakan relasi yang lebih seimbang antar pelaku dalam sistem peternakan sesuai supplai-demand dalam rangka kemandirian dan kedaulatan pangan daerah. 

Pengalaman menginisiasi dan mengembangkan program Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) sejak 2013 dan tumbuhnya komunitas alumni SPR dalam perkumpulan Solidaritas Alumni SPR Indonesia (SASPRI) sejak 2018, serta berkembangnya pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha menunjukkan bahwa penguatan kapasitas peternak dapat menjadi pintu masuk menuju transformasi ekonomi berbasis rakyat. 


Pengalaman selama 13 tahun tersebut menyimpulkan bahwa kapasitas komunitas peternak rakyat dapat dikatakan ‘minus’ karena kegiatan yang dilakukan tidak bermakna usaha yang menguntungkan. Oleh karena itu, kapasitas minus komunitas peternak rakyat ini perlu mendapatkan perhatian serius dan dibahas secara lebih komprehensif oleh para ilmuwan, ekskutif, legislatif, dan pemilik modal dalam satu forum dialog strategis. Hal ini penting untuk memulai gerakan masif yang terstruktur, tersistem, dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kapasitas peternak rakyat dalam berbisnis dan memposisikan peternak rakyat sebagai salah satu subjek utama dalam industri peternakan di daerah. Penguatan usaha/bisnis peternakan di daerah secara simultan akan dapat berkontribusi dalam kemandirian dan kedaulatan pangan nasional. Seminar nasional ini diselenggarakan tidak sebatas forum pertukaran gagasan saja, tetapi juga merupakan ruang untuk merumuskan arah bersama mengenai bagaimana kapasitas peternak rakyat dibangun secara sistematis, terstruktur dan masif. 

TUJUAN 

  1. Membangun kesepahaman lintas pemangku kepentingan untuk bersinergi dan kolaborasi dalam mengubah karakter komunitas peternak rakyat menjadi salah satu subjek utama dalam pembangunan peternakan di tingkat daerah yang pada akhirnya mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan nasional. 
  2. Memetakan tugas dan peran yang lebih jelas antara ilmuwan, ekskutif, legislatif, pemodal, dan komunitas peternak rakyat dalam menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya kekuatan baru dalam bentuk sistem integrasi horizontal untuk dapat bersanding dengan sistem integrasi vertikal yang telah lama tumbuh dan berkembang. 
  3. Menyusun rencana aksi untuk dilaksanakan sebagai komitmen awal dalam pengembangan kapasitas peternak rakyat secara masif, tersistem, terstruktur, dan berkelanjutan. 

Agenda

Sesi Waktu Deskripsi
Pendaftaran 13:00 – 13:15

Registrasi

Pembukaan dan Sambutan 13:15 – 13:35

Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D. (Wakil Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia)

Sesi Pemaparan Materi 13:35 – 15:05

Moderator

Prof. Syarif Hidayat, Ph.D. (Ketua Komisi Ilmu Sosial AIPI)

Presentasi

– RELEVANSI UU PANGAN NO. 18 TAHUN 2012 Menuju Ketahanan Pangan Berkualitas Berbasis Protein Hewani dan Berorientasi Kerakyatan oleh Ir. H. Herry Dermawan (Komisi IV DPR-RI)

– Kontribusi Perguruan Tinggi dalam Membangun Kapasitas Peternak Rakyat Melalui Dharma Pengabdian yang Berdampak Kepada Masyarakat oleh Prof. Dr.agr. Asep Gunawan, S.Pt., M.Sc. (Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University)

– Indonesia Livestock Innovation & Investment Sandbox (ILIIS) Menguji Inovasi Menuju Scale-Up. Menurunkan Risiko Investasi. Mentransformasi Ekosistem Peternakan oleh Ir. Trihadi Saptoadi, MBA (Pekerja Pembangunan dan Humanitarian)

– KEMANDIRIAN & KEDAULATAN PANGAN DAERAH KAB. SIGI oleh Dr. Samuel Yansen Pongi, SE, Msi. (Wakil Bupati Sigi)

– Upaya mengangkat martabat dan derajat peternak rakyat melalui program SPR: perjalanan selama 13 tahun oleh Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA. IPU. (Guru Besar IPB/Wali Utama SASPRI Nasional)