SEMINAR AND LAUNCHING EAT-Lancet 2025 Report: Healthy Diets, Sustainable and Just Food Systems for Indonesia
Latar Belakang
Sistem pangan global sedang mengalami transformasi besar akibat perubahan iklim, pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi. Di saat yang sama, banyak negara menghadapi beban ganda/triple burden of malnutrition (kekurangan gizi, defisiensi mikronutrien, dan meningkatnya obesitas) serta penyakit tidak menular terkait diet.
Indonesia mencerminkan tantangan global ini. Meskipun terdapat kemajuan pada beberapa indikator kesehatan, Indonesia masih menghadapi stunting dan defisiensi mikronutrien, peningkatan cepat overweight dan obesitas, serta meningkatnya penyakit tidak menular terkait diet.
Komisi EAT–Lancet berperan penting dalam membentuk wacana global terkait diet sehat dari sistem pangan berkelanjutan. Laporan EAT–Lancet 2025 memberikan pembaruan bukti ilmiah dan arah kebijakan untuk mentransformasi sistem pangan guna mewujudkan pola makan sehat, keberlanjutan lingkungan, dan keadilan sosial.
Peluncuran laporan ini di Indonesia bertujuan untuk:
- Menerjemahkan bukti global ke dalam dialog kebijakan nasional
- Melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, industri pangan, dan media
- Mengidentifikasi langkah praktis menuju diet sehat dan sistem pangan berkeadilan
Peluncuran nasional ini menjadi tindak lanjut dari webinar global daring sebelumnya mengenai pola makan sehat dan berkelanjutan, dengan menyediakan platform khusus untuk mendiskusikan temuan dari Komisi EAT–Lancet 2025 serta implikasinya terhadap transformasi sistem pangan di Indonesia. Kegiatan ini juga menegaskan peran strategis Indonesia dalam transformasi sistem pangan regional serta mendorong kolaborasi multisektor.
Sebagai akademi sains nasional, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) memiliki peran penting dalam memberikan rekomendasi ilmiah independen bagi pembangunan nasional. Universitas Indonesia (UI), sebagai universitas riset terkemuka, berkontribusi dalam riset gizi, sistem pangan, kesehatan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi AIPI, UI, dan EAT menyediakan platform kuat untuk menghubungkan bukti ilmiah global dengan kebijakan dan implementasi di Indonesia.
Tujuan
Peluncuran Indonesia dari Komisi EAT–Lancet 2025 bertujuan untuk:
- Menyebarluaskan temuan utama dari Komisi EAT–Lancet 2025 kepada para pemangku kepentingan di Indonesia, dengan penekanan pada implikasinya dalam mendorong pola makan sehat serta sistem pangan yang berkelanjutan dan berkeadilan di Indonesia.
- Memfasilitasi dialog lintas sektor dan pembahasan kebijakan yang lebih mendalam di Indonesia terkait hasil dan rekomendasi Komisi EAT–Lancet 2025, sebagai tindak lanjut dari webinar global sebelumnya mengenai pola makan sehat dan berkelanjutan.
- Menjembatani sains, kebijakan, dan praktik untuk menginformasikan strategi terintegrasi di berbagai sektor pangan, gizi, pertanian, lingkungan, dan kesehatan.
- Mendorong kolaborasi multisektor antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat sipil untuk mempercepat pengembangan solusi yang dapat diterapkan.
- Menyoroti jalur praktis menuju sistem pangan yang adil dan inklusif dengan mengatasi tantangan terkait keterjangkauan, perubahan perilaku, inovasi digital, serta dukungan dari pelaku pasar dan investasi untuk mendorong pola makan berkelanjutan.
- Melibatkan media dan masyarakat luas untuk meningkatkan kesadaran mengenai pola makan sehat, berkelanjutan, serta sistem pangan yang adil.
- Mengembangkan usulan policy brief serta dialog/kelompok kerja tindak lanjut.
Peluncuran ini akan membantu memposisikan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam menerjemahkan ilmu sistem pangan global menjadi kebijakan nasional yang dapat diimplementasikan.
