Prof. Trio Adiono adalah perintis industri semikonduktor Indonesia, khususnya industri Chip Design. Saat ini bidang semikonduktor merupakan bidang yang sangat penting dan strategis di dunia dalam Era Transformasi Digital, yang menguasai semikonduktor akan menguasai dunia. Beliau adalah anggota “Satgas Semikonduktor”, di Menko Perekonomian bersama kementrian lainnya yang bertujuan menyusun Grand Strategy jangka pendek dan jangka panjang Indonesia dalam bidang semikonduktor.
Terkait ekosistem semikonduktor, beliau merupakan founder dan ketua dari Konsorsium Chip Design Indonesia, Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC) yang saat ini beranggotakan 16 universitas besar di Indonesia. ICDeC merupakan organisasi non profit yang bertujuan membangun Sumber Daya Manusia dan ekosistem industri semikondukor. Dengan tersedianya SDM dan terbentuknya ekosistem industri semikonduktor di Indonesia, diharapkan nilai tambah industri nasional akan meningkat, dan SDM dalam usia produktif mendapat pekerjaan yang sangat layak, dengan demikian cita-cita Indonesia emas dapat terealisasi. Sebagai ahli semikonduktor, Prof Trio Adiono telah merancang berbagai chip untuk keperluan industri. Beliau merancang chip 4G/WiMax, dan mendapat pengahargaan Karya Lencana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia atas inovasinya tersebut. Chip lainnya yang beliau telah rancang adalah smartcard, simcard, dan Internet of Things (IoT). Beliau termasuk dalam World’s Top 2% Scientist 2023 dari yang dipublikasikan oleh Professor dari Stanford University, Elsevier, dan dari SciTech Strategies. Dalam dunia riset, beliau telah menerima lebih dari 120 hibah penelitian. Penelitian beliau bekerja sama dengan dunia internasional seperti MIMOS Malaysia, Panasonic Singapore Lab., Siltera Malaysia, JAIST Japan, KAIST Korea, Keio Univ., Puk Yong Univ-Korea, Kumoh Inst. Korea, NTU dan NTUST Taiwan, Universitas Edinburgh dan lainnya. Dari penelitian tersebut beliau telah menerbitkan lebih dari 71 jurnal internasional, 14 jurnal nasional, 277 makalah konferensi dan 10 buku. Beliau juga memiliki lebih dari 20 Paten dan HAKI, yang 6 nya adalah terkait Desain Tata Letak Circuit Terpadu yang berhubungan dengan chip. Jurnal beliau banyak terbit di jurnal IEEE Q1 dan IEEE Transaction. Termasuk paten di Jepang dalam “Sistem Kompresi Video Berkualitas Tinggi”. Atas karyanya tersebut beliau memiliki h-index scopus 18 dan h-index google scholar 24. Sebagai akademisi, beliau juga dipercaya menjadi Adjunct Professor di salah satu universitas terkemuka bidang semikonduktor di Taiwan, National Taiwan University Science and Technology (NTUST).
Dalam membangun industri chip design, beliau juga aktif dalam bidang enterpreneurship. Bersama Professor di Tokyo Institute of Technology, beliau mendirikan startup chip design, BeyondMPEG Inc. Beliau juga co-founder perusahaan outsourching chip design di Fukuoka-Jepang, Versetile Silicon. Beliau juga co-founder perusahaan pertama di bidang chip design di Indonesia, PT. Xirka. Selain produk chip, beliau juga berkontribusi dalam mengembangkan Alat Kesehatan Elektronik di Indonesia. Beliau telah menghasilkan 7 alat kesehatan yang telah tersertifikasi BPFK Kemenkes RI, dan tiga produk yang telah memiliki izin edar. Alat kesehatan tersebut seperti Ventilator, HFNC (High Flow Nasal Canula), Spirometer, Patient Monitor, Syringe Pump, Infusion Pump dan lain sebagainya. Lebih dari 50.000 produk telah tersebar di Indonesia.
Dalam pendidikan, selain memperoleh S3 dari Tokyo Institute of Technology (Titech) pada tahun 2002, beliau juga Postdoc dengan beasiswa dari Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), selain itu beliau juga peneliti tamu di MESA+, Twente University, Belanda.
Prof. Trio Adiono aktif dalam banyak kegiatan manajerial. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Senat Akademik ITB yang membidangi Riset dan Inovasi pada tahun 2019-2024. Pada tahun 2010 hingga 2018, beliau juga menjabat sebagai Kepala Pusat Mikroelektronika dan Laboratorium Perancangan IC Desain-ITB. Beliau juga ketua Kelompok Keilmuan Elektronika ITB. Dalam organisasi kepakaran, beliau pendiri sekaligus ketua IEEE Solid State Circuits Society, chapter Indonesia. Beliau juga pengurus organisasi internasional seperti, Asia Pacific Signal and Information Processing Association (APSIPA) SPS TC, steering committee International Symposium on Intelligent Signal Processing and Communication Systems (ISPACS). Beliau banyak menduduki beberapa posisi penting di komite (General Chair, TPC Chair) dan menjadi pembicara utama di konferensi nasional dan internasional.
Dalam perjalanan karirnya beliau juga banyak mendapatkan berbagai penghargaan seperti, Asia Pacific ICT Award 2008, Second Japan Intellectual Property (IP) Award 2000″ – Nikkei BP, 111 Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif – 2019, Best Paper Award, Penghargaan Bidang Karya Inovasi ITB 2019, Technical Program Committee Award, Anugerah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) – Gubernur Jawa Barat, Best Researcher Award -BP3IPTEK Provinsi Jawa Barat.